Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Emotional Labor pada Perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus: Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif Huda, Fito Uli; Harisuci, Tinon Citraning
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5427

Abstract

Emotional labor merupakan tuntutan kerja yang tidak terpisahkan dari profesi perawat, terutama pada setting pelayanan kesehatan jiwa rawat jalan yang menuntut pengelolaan emosi secara intens, cepat, dan berkelanjutan. Perawat poli kejiwaan rawat jalan dihadapkan pada interaksi singkat namun padat dengan pasien yang memiliki kondisi emosional tidak stabil, sehingga berpotensi meningkatkan beban kerja emosional dan risiko kelelahan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman emotional labor pada perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan partisipan tiga orang perawat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama emotional labor, yaitu frekuensi tampilan emosi, intensitas tampilan emosi, durasi tampilan emosi, dan disonansi emosional. Perawat dituntut untuk menampilkan emosi positif secara berulang hampir sepanjang shift kerja, dengan intensitas tinggi terutama saat menghadapi pasien dengan kondisi emosional tidak stabil dan keluarga yang emosional. Durasi panjang dalam mempertahankan ekspresi profesional tanpa jeda pemulihan menyebabkan kelelahan emosional yang kumulatif. Disonansi emosional menjadi dimensi paling menonjol, ditandai dengan konflik antara emosi yang dirasakan dan emosi yang harus ditampilkan, yang berdampak pada kelelahan emosional, tumpulnya empati, dan gangguan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan organisasi, pelatihan regulasi emosi, dan mekanisme pemulihan emosional untuk menjaga kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan jiwa.
Dance Movement Therapy Osho Kundalini Sebagai Media Untuk Menurunkan Gejala Kecemasan, Stres, dan Depresi Pada Penyandang Disabilitas Mental Harisuci, Tinon Citraning; Khafidz, Vikri Islah; Annisa, Faricha; Huda, Fito Uli
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5273

Abstract

Individuals with mental disabilities are vulnerable to anxiety, stress, and depression that affect emotional and social functioning. This study aimed to evaluate the effect of Dance Movement Therapy (DMT) accompanied by Osho Kundalini music on reducing symptoms of anxiety, stress, and depression. The study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 15 participants residing at Muria Jaya Social Service Center. Data were collected using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS), observation, and interviews conducted before and after the intervention. The intervention integrated expressive movement, rhythmic stimulation, relaxation, and silent meditation to facilitate emotional release and enhance body awareness and psychological regulation. Statistical analysis indicated reductions in anxiety (t = 24.29), stress (t = 21.66), and depression (t = 18.51) scores after the intervention, with statistically significant differences and effect sizes indicating practical intervention impact. Although the research design limits causal inference due to the absence of a control group, the findings contribute empirical evidence regarding the potential of Osho Kundalini-based DMT as an applicable psychosocial intervention for individuals with mental disabilities in social care settings.