Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Relationship Between Parental Role And Peer Social Support With Adolescent Alcohol Consumption Behavior Rizka, Muhammad Maula; Harisuci, Tinon Citraning
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v4i2.208

Abstract

The role of parents and social support of peers can potentially cause an adolescent to have a high tendency of alcohol consumption behavior that causes indifferent behavior to the environment, loss of interest in the surrounding environment, irritability or anger, and lack of concern for the scope or social. The purpose of this study was to examine the relationship between parental role and peer social support with adolescent alcohol consumption behavior. This study uses quantitative research methods. The sampling technique used was non probability sampling with purposive sampling method. The number of participants was 173 respondents. The results showed that the pearson correlation value was 0.932 with sig. = 0,000 (? 0,05). This means that there is a highly significant relationship between parental role and peer social support with alcohol consumption behavior. The implication of this study is that there needs to be an intervention on parental role and peer social support in adolescents so that the level of alcohol consumption becomes low.
Authentic Happiness pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Hasanah, Chaerani Astri; Harisuci, Tinon Citraning
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.918

Abstract

Mahasiswa penerima beasiswa seringkali dihadapkan pada beban akademik dan non-akademik yang lebih berat dibandingkan mahasiswa reguler. Studi fenomenologi ini mengeksplorasi empat mahasiswa penerima beasiswa mengalami kebahagiaan autentik. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji pengalaman authentic happiness yang menurut Seligman terdiri atas positive emotion, engagement, dan meaning pada empat mahasiswa penerima beasiswa aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipatif, lalu dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengungkapkan makna subjektif kebahagiaan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan finansial tidak hanya mereduksi stres, tetapi juga mendorong kepuasan, rasa syukur, dan optimisme serta keterlibatan mendalam (flow) dalam aktivitas akademik, non-akademik, dan sosial, serta tujuan hidup yang berakar dari kontribusi mereka.
Action: Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy terhadap Resiliensi pada Remaja Bipolar Aulia, Syarifah; Harisuci, Tinon Citraning
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i2.12498

Abstract

This study aims to determine the effect of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) on resilience among adolescents with bipolar disorder. The research employed a mixed-methods approach with an explanatory sequential design. In the initial phase, five adolescents with bipolar disorder received ACT intervention through a one-group pretest-posttest model. The results showed a significant increase in resilience scores (t = -3.076, p = 0.037), with an average score difference of -35.8. Furthermore, the effect size calculation using Cohen’s d yielded a value of 1.38, which falls into the large category (d ≥ 0.80), indicating that the ACT intervention had a strong practical impact on enhancing resilience among adolescents with bipolar disorder. This finding was supported by in-depth interviews that revealed improvements in emotional regulation, self-awareness, life meaning, and self-reliance. Thus, ACT has been proven to contribute positively to the improvement of resilience in adolescents with bipolar disorder. The novelty of this study lies in the structured application of ACT to enhance resilience in bipolar adolescents, a topic that has rarely been studied in Indonesia. Practically, these findings are expected to provide an initial reference for the development of ACT-based psychological interventions in both clinical and community settings.
Play Therapy untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Widayanti, Dinka Ardantya; Harisuci, Tinon Citraning
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.64561

Abstract

Tingkat pendidikan Indonesia di kancah internasional termasuk rendah. Hal ini dilihat dari peringkat PISA yang mengukur tingkat kemampuan literasi membaca, literasi sains, dan literasi numerasi, yang mana hasilnya rendah dibandingkan negara lain. Salah satu program yang dibuat oleh Kemendikbudristek (Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi) yaitu Kampus Mengajar dapat menjawab permasalahan tersebut. Pelaksanaan Kampus Mengajar ini dilakukan dengan metode play therapy untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas play therapy terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dari penelitian ini adalah 6 siswa pilihan dari SMP Istiqlal Kudus. Instrumen penelitian menggunakan soal pilihan ganda yang disediakan oleh Kemendikbudristek. Uji hipotesis menggunakan T-test.Hasil penelitian diperoleh p=0,041 (p<0,05) untuk kemampuan literasi, yang artinya penerapan play therapy efektif meningkatkan kemampuan literasi. Sedangkan didapatkan hasil p=0,363 (p>0,05) untuk kemampuan numerasi, yang artinya play therapy tidak berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan numerasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh play therapy pada peningkatan kemampuan literasi, sedangkan pada kemampuan numerasi penerapan play therapy tidak berpengaruh secara signifikan.
Implementasi Sharing Space sebagai Safe Place untuk Meningkatkan Keterbukaan Psikologis Anak Migran dalam Pendidikan Informal Fadiyah, Salamatun Nisrinal; Rofi’ati, Dhevi Sa’idatur; Sholihah, Kholifah Umi; Harisuci, Tinon Citraning
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4608

Abstract

Anak migran Indonesia non-dokumen merupakan kelompok yang berada dalam kondisi kerentanan sosial dan psikologis akibat keterbatasan akses terhadap pendidikan formal, layanan kesehatan, serta dukungan emosional dari keluarga. Orang tua yang bekerja dengan jam kerja panjang menyebabkan anak menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan nonformal, seperti sanggar bimbingan belajar, yang berperan tidak hanya sebagai ruang akademik, tetapi juga ruang sosial dan emosional bagi anak. Namun, fokus kegiatan sanggar yang dominan pada aspek akademik sering kali belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan emosional anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menghadirkan program sharing space sebagai ruang aman psikologis untuk mendukung keterbukaan emosional dan regulasi emosi anak migran non-dokumen. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain partisipatoris dan dilaksanakan selama tiga minggu di salah satu sanggar bimbingan belajar di bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Subjek kegiatan adalah anak-anak migran Indonesia non-dokumen usia sekolah dasar. Program sharing space dilakukan secara konsisten setelah kegiatan pembelajaran dengan memberikan ruang bagi anak untuk berbagi pengalaman, mengekspresikan perasaan, serta membangun relasi yang aman dengan fasilitator. Evaluasi program dilakukan melalui observasi kualitatif terhadap perilaku anak selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa sharing space berperan dalam meningkatkan keterbukaan psikologis anak, yang ditandai dengan meningkatnya keberanian anak dalam bercerita, keterlibatan selama kegiatan, serta berkurangnya konflik antaranak. Relasi yang empatik dan non-menghakimi antara fasilitator dan anak menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman emosional. Dengan demikian, sharing space dapat dipahami sebagai intervensi psikososial ringan yang aplikatif dan relevan dalam konteks pendidikan nonformal bagi anak migran non-dokumen.
Emotional Labor pada Perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus: Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif Huda, Fito Uli; Harisuci, Tinon Citraning
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5427

Abstract

Emotional labor merupakan tuntutan kerja yang tidak terpisahkan dari profesi perawat, terutama pada setting pelayanan kesehatan jiwa rawat jalan yang menuntut pengelolaan emosi secara intens, cepat, dan berkelanjutan. Perawat poli kejiwaan rawat jalan dihadapkan pada interaksi singkat namun padat dengan pasien yang memiliki kondisi emosional tidak stabil, sehingga berpotensi meningkatkan beban kerja emosional dan risiko kelelahan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman emotional labor pada perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan partisipan tiga orang perawat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama emotional labor, yaitu frekuensi tampilan emosi, intensitas tampilan emosi, durasi tampilan emosi, dan disonansi emosional. Perawat dituntut untuk menampilkan emosi positif secara berulang hampir sepanjang shift kerja, dengan intensitas tinggi terutama saat menghadapi pasien dengan kondisi emosional tidak stabil dan keluarga yang emosional. Durasi panjang dalam mempertahankan ekspresi profesional tanpa jeda pemulihan menyebabkan kelelahan emosional yang kumulatif. Disonansi emosional menjadi dimensi paling menonjol, ditandai dengan konflik antara emosi yang dirasakan dan emosi yang harus ditampilkan, yang berdampak pada kelelahan emosional, tumpulnya empati, dan gangguan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan organisasi, pelatihan regulasi emosi, dan mekanisme pemulihan emosional untuk menjaga kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan jiwa.
Analisis Peran Human Resource Development (HRD) Dalam Meningkatkan Produktivitas Sales (Studi Kualitatif di PT Mitra Distribusi Mandiri Cluster Kudus) Zahra, Sasa Alya Az; Harisuci, Tinon Citraning
Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum Vol. 2 No. 6 (2025): SAINMIKUM : Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum, Desember 202
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/sainmikum.v2i6.1381

Abstract

Penurunan pencapaian target penjualan yang sebelumnya relatif stabil menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh PT Mitra Distribusi Mandiri Cluster Kudus. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran Human Resource Development (HRD) dalam mendukung produktivitas kerja karyawan sales. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran HRD dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan sales di PT Mitra Distribusi Mandiri Cluster Kudus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRD memiliki peran penting dalam pengelolaan administrasi kepegawaian, pengawasan kedisiplinan, serta pembinaan karyawan sales. Namun demikian, peran HRD dalam meningkatkan motivasi kerja dan melakukan evaluasi kinerja secara berkelanjutan masih perlu ditingkatkan agar produktivitas sales dapat dioptimalkan.
Help-Seeking Behavior Caregiver Pasien Dengan Gejala Psikotik di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus Sasana, Dea Nabila; Putri, Dinda Dwi Sonia; Harisuci, Tinon Citraning
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengalaman, motif, hambatan dan harapan caregiver pasien dengan gejala psikotik dalam konteks perilaku mencari bantuan (help-seeking behavior). Gangguan psikotik, ditandai dengan hilangnya kontak dengan realitas melalui delusi atau halusinasi yang mempengaruhi sejumlah besar individu, sementara caregiver mengalami konsekuensi psikologis seperti kecemasan dan stigma sosial. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini melibatkan wawancara semi-struktur dengan caregiver pasien rawat jalan poli psikiatri di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus dengan analisis data berpedoman pada tiga aspek help-seeking behavior Rickwood & Braithwaite (1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencari bantuan dangat dipengaruhi oleh kesadaran akan kondisi kritis, namun secara signifikan terhambat oleh stigma sosial dan ketakutan akan pergunjingan. Pola pemilihan sumber bantuan menunjukkan ketergantungan kuat pada keluarga inti untuk dukungan informal dan kepercayaan rasional pada layanan psikiater profesional untuk bantuan formal. Meskipun demikian, pendorong fundamental yang mengatasi hambatan adalah motivasi kasih sayang kepada orang terkasih. Penelitian ini menyarankan agar layanan kesehatan mental mengembangkan program dukungan psikologis yang menjamin tingkat kerahasiaan tinggi untuk mengatasi beban stigma.
Strategi Coping Pada Remaja yang Hamil Diluar Nikah Dalam Menjalani Pernikahan Dini dan Berkeluarga (Married By Accident) Happy Ayu; Anandha Sherly Erlina; Harisuci, Tinon Citraning
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan di luar nikah pada remaja sering berujung pada pernikahan dini (married by accident) dan menimbulkan berbagai tekanan psikologis, sosial, serta tuntutan penyesuaian diri. Penelitian ini dilakukan untuk memahami strategi coping yang digunakan remaja perempuan dalam menghadapi pernikahan dini akibat kehamilan pranikah. Kajian pustaka merujuk pada teori Lazarus dan Folkman yang membagi coping menjadi problem focused coping dan emotion focused coping. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tiga remaja perempuan berusia di bawah 19 tahun dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis dengan mengkoding data berdasarkan kategori coping Lazarus dan Folkman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menggunakan berbagai strategi coping, antara lain seeking social support, planful problem solving, accepting responsibility, positive reappraisal, distancing, serta pada beberapa subjek muncul self-controlling, escape avoidance, dan confrontative coping. Strategi yang paling dominan adalah seeking social support karena keluarga dan lingkungan memiliki peran besar dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan terkait pernikahan dini. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan kemampuan regulasi emosi berkontribusi penting dalam proses adaptasi remaja yang menjalani married by accident. Penelitian selanjutnya disarankan menggali aspek psikologis dan dinamika keluarga secara lebih mendalam.