Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Protektif Work–Life Balance terhadap Burnout pada Karyawan Generasi Z: Suatu Tinjauan Sistematis Haq, Muhammad Imanul; Pujarisma, Ni Luh Hita Ekayanti; Pratama, Rendi Kurnia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5444

Abstract

Meningkatnya keterlibatan Generasi Z dalam dunia kerja memunculkan tantangan baru terkait kesehatan mental, terutama meningkatnya risiko burnout akibat tuntutan kerja yang tinggi serta batasan kerja–kehidupan yang semakin kabur. Burnout merupakan kondisi kelelahan kerja kronis yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian personal, yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan individu sekaligus kinerja organisasi. Salah satu faktor yang banyak diteliti sebagai penyangga psikologis terhadap burnout adalah work–life balance, yaitu kemampuan individu dalam mengelola tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran protektif work–life balance terhadap burnout pada karyawan Generasi Z melalui pendekatan tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, DOAJ, dan ResearchGate terhadap artikel empiris yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik guna mengidentifikasi pola hubungan antara work–life balance dan burnout. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa work–life balance secara konsisten berkorelasi negatif dengan burnout, yang mengindikasikan perannya sebagai faktor protektif terhadap kelelahan emosional pada karyawan Generasi Z. Namun, kekuatan hubungan tersebut dipengaruhi oleh faktor kontekstual, seperti beban kerja, ambiguitas peran, fleksibilitas kerja, dan dukungan organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan kerja–kehidupan sebagai strategi preventif untuk menekan burnout pada Generasi Z.
Pengembangan Desain Interface dan user experience pada Website Reyu Global Media dengan Metode User Centered Design (UCD) Haq, Muhammad Imanul; Saputro, Ismail; Izzati, Afifah Nurul
JUSTIFY : Jurnal Sistem Informasi Ibrahimy Vol. 4 No. 2 (2026): JUSTIFY : Jurnal Sistem Informasi Ibrahimy
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/justify.v4i2.8423

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan desain antarmuka (interface) dan pengalaman pengguna (user experience) pada website Reyu Global Media dengan menerapkan metode User Centered Design (UCD). Tujuan utama penelitian ini adalah meningkatkan kenyamanan, kemudahan penggunaan, dan kepuasan pengguna melalui pendekatan yang fokus pada kebutuhan dan preferensi pengguna. Proses pengembangan meliputi tahap identifikasi pengguna, analisis kebutuhan, prototipe desain, evaluasi, serta iterasi perbaikan berdasarkan umpan balik pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode UCD dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas dan efisiensi interaksi pengguna dengan website, serta meningkatkan persepsi positif terhadap brand Reyu Global Media. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan website yang berorientasi pengguna dan memperkuat pentingnya proses desain yang melibatkan pengguna secara aktif.
Self-Regulation as the Key to Optimal Work Engagement Among Student Organizations in Yogyakarta Pratama, Rendi Kurnia; Pujarisma, Ni Luh Hita Ekayanti; Haq, Muhammad Imanul
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan - In Press
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i2.9210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Self-Regulation terhadap Work Engagement pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi di Yogyakarta2. Mahasiswa anggota organisasi dihadapkan pada tuntutan ganda akademik dan non-akademik yang berpotensi menyebabkan konflik peran dan rendahnya keterlibatan. Work Engagement didefinisikan sebagai keadaan pikiran positif yang ditandai oleh vigor (energi), dedication (dedikasi), dan absorption (keterhanyutan) dalam tugas. Self-Regulation dianggap sebagai personal resource penting, yaitu kemampuan metakognitif untuk mengelola pikiran, emosi, dan tindakan demi mencapai tujuan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan accidental sampling dengan melibatkan 321 responden mahasiswa organisasi di Yogyakarta. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Self-Regulation memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Work Engagement dengan nilai signifikansi P = 0,000. Kontribusi Self-Regulation terhadap Work Engagement teridentifikasi sebesar 28,4% (R2 = 0,284$), sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa organisasi di Yogyakarta memiliki tingkat Self-Regulation yang tinggi (92%) dan Work Engagement yang tinggi (90%). Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan regulasi diri adalah sumber daya penting untuk mempertahankan energi, dedikasi, dan keterlibatan total mahasiswa dalam menghadapi tuntutan ganda, menjadikannya strategi intervensi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas organisasi