Pelaksanaan dan penerapan strategi manajemen keuangan pondok pesantren yang didukung dengan kemampuan pesantren dan SDM yang ada didalamny menunjukkan pengembangan pesantren sebagai kekuatan ekonomi baru di Indonesia. Strategi manajemen keuangan yang dilaksanakan di pesantren akan mengatur dan memanfaatkan secara maksimal seluruh potensi yang dimiliki pesantren.Pengelolaan keuangan merupakan aspek penting dalam menunjang keberlanjutan dan kemandirian ekonomi pondok pesantren. Pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan sebagai entitas sosial ekonomi yang dituntut mampu mengelola sumber daya keuangan secara efektif, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan pada pondok pesantren dalam mewujudkan ekonomi mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengelola pesantren. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan praktik perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, serta pelaporan keuangan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pondok pesantren masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan literasi akuntansi, belum optimalnya sistem pencatatan keuangan, serta minimnya pemisahan antara keuangan lembaga dan unit usaha pesantren. Meskipun demikian, pesantren telah memiliki potensi besar dalam mewujudkan ekonomi mandiri melalui pengembangan unit usaha produktif dan pengelolaan dana secara berkelanjutan. Penerapan prinsip tata kelola keuangan yang baik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan sistem informasi akuntansi sederhana menjadi langkah strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola pesantren dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan guna mewujudkan ekonomi mandiri yang berkelanjutan.