Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pengembangan Human Capital dalam Meningkatkan Kinerja Operasional Polri di Daerah Papua Pegunungan Saputra, Didit; Muchran, Muchriady
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5597

Abstract

Penelitian Pengembangan sumber daya manusia (SDM) atau human capital merupakan salah satu faktor strategis yang berperan penting dalam meningkatkan kinerja organisasi, termasuk dalam institusi kepolisian. Di lingkungan Polres Jayawijaya, pengembangan human capital memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam menciptakan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Keberhasilan tugas tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan profesional personel, tetapi juga oleh kemampuan adaptasi terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Karakteristik masyarakat Papua Pegunungan masih sangat kental dengan sistem sosial adat yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap suku memiliki struktur adat tersendiri yang mengatur berbagai aspek kehidupan, seperti hukum adat, sistem kepemimpinan, serta norma dan tata cara kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut personel Polri untuk memiliki pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik sosial dan budaya masyarakat Papua Pegunungan, yang berbeda secara signifikan dengan masyarakat pada umumnya di wilayah lain di Indonesia. Oleh karena itu, dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Jayawijaya, pengembangan human capital tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan kompetensi sosial, budaya, dan komunikasi. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengembangan human capital dalam meningkatkan kinerja operasional Polri di daerah terpencil, khususnya di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan geografis kompleks seperti medan berbukit dan akses wilayah yang terbatas. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan human capital yang efektif mampu meningkatkan kinerja operasional Polri serta memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Khilafiyah dan Perbandingan Mazhab Saputra, Didit; Fatwa, Andi Muhammad; Arifin, Muhammad Riski; Amin, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5715

Abstract

Penelitian ini membahas khilafiyah dan perbandingan mazhab sebagai fenomena keilmuan sekaligus sosial dalam tradisi hukum Islam yang terus berkembang dari masa klasik hingga konteks masyarakat Muslim kontemporer saat ini. Kajian ini berangkat dari realitas bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama sering kali tidak dipahami secara metodologis, sehingga dalam praktik sosial justru memicu sikap saling menyalahkan, klaim kebenaran tunggal, dan konflik keagamaan di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat khilafiyah, faktor-faktor penyebab terjadinya perbedaan pendapat, serta peran mazhab fikih dalam menjaga konsistensi dan validitas pengambilan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan konsep ikhtilaf, metodologi istinbath hukum, serta karakteristik mazhab-mazhab fikih. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan pendekatan komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan pemahaman terhadap nash Al-Qur’an dan hadis, variasi penerimaan riwayat, penggunaan perangkat metodologis seperti qiyas, ijma’, dan maslahah, serta pengaruh konteks sosial dan budaya terhadap proses ijtihad para ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab bukan sekadar kumpulan pendapat hukum, melainkan sistem metodologis yang berfungsi menjaga keteraturan praktik keagamaan umat Islam secara berkelanjutan. Oleh karena itu, khilafiyah perlu dipahami sebagai kekayaan intelektual Islam yang harus disikapi dengan adab ilmiah, sikap toleran, dan orientasi pada persatuan umat Islam.