Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dongeng Menuju Realitas pada Dekonstruksi Lirik Lagu Tónghuà (童话) Karya Guāng Liáng (光良) Atas Romantisme yang Ilusif Novriko, Daffa Khaidar; Wulan, Diah Ayu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5706

Abstract

Penelitian ini mengkaji dekonstruksi makna romantisme dalam lirik lagu Tónghuà (童话) karya Guāng Liáng (光良), yang secara harfiah berarti “dongeng”, dengan menyoroti pergeseran wacana dari idealisme cinta menuju realitas yang penuh keterbatasan dan kontradiksi. Lagu ini selama ini dipahami sebagai representasi cinta romantis yang tulus dan berakhir bahagia, namun melalui penerapan teori dekonstruksi Jacques Derrida, penelitian ini berupaya membongkar makna-makna tersembunyi yang kerap terabaikan dalam pembacaan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik, menjadikan lirik lagu sebagai teks utama yang dianalisis melalui pemetaan oposisi biner dan ambiguitas makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tónghuà secara simultan membangun dan meruntuhkan narasi romantisme ilusif. Di satu sisi, liriknya merepresentasikan harapan akan cinta ideal, kebahagiaan abadi, dan peran penyelamat ala dongeng. Namun di sisi lain, lagu ini justru mengungkap kegagalan komunikasi, rasa bersalah, keraguan, serta pengakuan atas ketidakmampuan manusia untuk mewujudkan akhir bahagia yang sempurna. Oposisi biner seperti dongeng versus realitas, keajaiban versus pengorbanan manusia, serta keyakinan versus keraguan memperlihatkan ketegangan makna yang terus bergerak dan tidak pernah stabil. Dengan demikian, Tónghuà dapat dipahami sebagai monolog batin yang berada di antara penyangkalan dan penerimaan, di mana romantisme berfungsi sebagai mekanisme bertahan menghadapi kenyataan yang pahit. Penelitian ini menegaskan bahwa cinta dalam lagu tersebut tidak bersifat absolut, melainkan rapuh, ambigu, dan sangat manusiawi.