Peningkatan tuntutan transparansi dan akuntabilitas perusahaan mendorong pentingnya pengungkapan sustainability report sebagai bentuk tanggung jawab ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik perusahaan yang meliputi ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan aktivitas perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan total 71 perusahaan selama tiga tahun pengamatan sehingga diperoleh 213 unit observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan, profitabilitas yang diukur dengan return on assets (ROA), dan aktivitas perusahaan yang diproksikan dengan inventory turnover (ITO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan skala besar, kinerja keuangan yang baik, serta efisiensi pengelolaan aset yang tinggi cenderung memiliki kemampuan dan dorongan lebih besar dalam mengungkapkan informasi keberlanjutan secara lebih luas. Sementara itu, leverage yang diproksikan dengan debt to asset ratio (DAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sustainability report, yang menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan perusahaan terhadap pendanaan utang tidak menjadi faktor utama dalam praktik pelaporan keberlanjutan. Secara simultan, seluruh variabel karakteristik perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan literatur akuntansi keberlanjutan serta implikasi praktis bagi perusahaan dan investor dalam memahami faktor-faktor yang mendorong transparansi pelaporan keberlanjutan.