Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kasus: Pengaruh Kolaborasi dan Kreativitas terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Putri, Kurnia Maisya; Minarsih, Dini; Putri, Salsabila Meilani; Nashir, Raka Abdul; Elpandi, Farel Riza; Timur, Pradipta Fazli; Hayati, Auliya Aenul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5868

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas V SDN Karang Jalak 2 Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert untuk mengukur tingkat kolaborasi dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk melihat gambaran umum kecenderungan skor, serta analisis korelasional untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kolaborasi dan kreativitas siswa berada pada kategori kuat, dengan rata-rata persentase sebesar 74%. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketika pembelajaran dirancang dengan aktivitas yang mendorong kerja sama dan penciptaan ide, siswa menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi. Kegiatan kolaboratif dan kreatif terbukti meningkatkan minat belajar, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat kemandirian belajar siswa. Selain itu, integrasi aspek kolaborasi dan kreativitas memberikan pengaruh positif terhadap motivasi intrinsik dan kepuasan belajar, karena siswa merasa lebih memiliki peran, kesempatan berekspresi, dan dukungan sosial dalam belajar. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori Self-Determination yang menekankan pentingnya otonomi, kompetensi, dan keterhubungan (relatedness) dalam membangun motivasi intrinsik. Hasil ini juga relevan dengan konsep Zone of Proximal Development (Vygotsky) yang menegaskan peran interaksi sosial dan kerja sama dalam membantu siswa mencapai kemampuan yang lebih tinggi melalui scaffolding. Dengan demikian, pembelajaran berbasis kolaborasi dan kreativitas perlu diterapkan secara konsisten di sekolah dasar sebagai strategi untuk mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan inovasi.