Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bentuk dan Makna Pilihan Kata Marah Bahasa Toba di Desa Kampung Baru Tanjung Jabung Barat: Kajian Sosiolinguistik Panjatan, Vera Sari; Purba, Andiopenta; Yusra, Hilman; Akhyaruddin, Akhyaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5881

Abstract

Bahasa Batak Toba merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang masih aktif digunakan oleh masyarakatnya, baik di daerah asal maupun di wilayah perantauan. Bahasa ini merepresentasikan identitas sosial, sistem nilai, dan cara berpikir masyarakat Batak Toba yang dikenal tegas, terbuka, serta lugas dalam bertutur. Bahasa Batak Toba memiliki kekhasan dalam mengekspresikan emosi, khususnya melalui pilihan kata saat marah yang sarat nilai sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna konotatif, serta faktor sosial yang memengaruhi pilihan kata marah dalam bahasa Batak Toba yang digunakan oleh masyarakat batak di Desa Kampung Baru, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap, pencatatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan kata marah dalam bahasa Batak Toba terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu kata, frasa, dan ungkapan. Berdasarkan referensinya, pilihan kata tersebut mengacu pada keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, dan profesi. Makna yang terkandung dalam pilihan kata marah bersifat konotatif dan berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penegasan sikap, serta penguatan relasi sosial, baik dalam bentuk kecaman, sindiran, maupun candaan bernuansa marah. Selain itu, faktor sosial seperti gender, usia, pendidikan, dan pekerjaan terbukti berpengaruh terhadap variasi bentuk dan makna pilihan kata marah. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa makian dalam bahasa Batak Toba tidak semata-mata bersifat kasar, melainkan merupakan fenomena sosiolinguistik yang mencerminkan adaptasi budaya penutur di lingkungan perantauan.