Pesatnya perkembangan teknologi infomasi dan komunikasi diera digital telah memicu transformasi signifikan dalam ekosistem pendidikan, Khususnya melalui intergrasi sistem e-learning. Di tingkat sekolah mengah atas, penerapan teknologi ini kini tidak hanya dipandang sebagai alat untuk mencapai target akademik atau kognitif semata, melainkan e-learning juga memiliki potensi strategis sebagai instrumen pendukung dalam pembentukan sikap dan karakter moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi e-learning dalam mendukung pembelajaran sikap dan penguatan karakter siswa di SMAN 3 Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali fenomena secara komprehensif. Subjek penelitian difokuskan pada guru yang terlibat aktif dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis elektronik. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara semi-terstruktur guna mendapatkan data yang mendalam, sementara analisis data dilaksanakan melalui tahapan sistematis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa e-learning memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam internalisasi nilai-nilai karakter. Aktivitas pembelajaran daring yang terstruktur, seperti diskusi forum, penugasan berbatas waktu, dan kolaborasi digital, terbukti efektif menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kemandirian belajar, kerja sama tim, serta kejujuran akademik. Dalam konteks ini, guru memegang peran vital sebagai fasilitator dan pengawas moral untuk memastikan teknologi digunakan secara bijak. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi hambatan teknis dan pedagogis, meliputi keterbatasan infrastruktur jaringan, variasi kesiapan kompetensi digital pendidik, serta tantangan distraksi gawai yang mengganggu fokus siswa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara kebijakan sekolah yang suportif dan pelatihan berkelanjutan bagi guru agar e-learning dapat berfungsi optimal sebagai wahana pendidikan holistik yang mencerdaskan sekaligus membentuk sikapĀ karakter mulia.