Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Pemberdayaan Perempuan dalam Konten Inspiratif Instagram @rahasiagadis: Analisis Framing Model Pan dan Kosicki Rini, Ni Putu Meyta Artika; Winayanti, Ratna Devy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pemberdayaan perempuan dalam isu kesehatan mental yang disajikan melalui konten inspiratif pada akun Instagram @rahasiagadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, yang mencakup empat struktur utama, yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Data penelitian diperoleh dari sejumlah unggahan konten inspiratif yang secara khusus membahas pengalaman kesehatan mental perempuan, seperti kelelahan emosional, pengelolaan emosi, penerimaan diri, refleksi diri, serta keterkaitan kondisi mental dengan dinamika kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @rahasiagadis secara konsisten membingkai kesehatan mental perempuan sebagai pengalaman manusiawi yang normal, sah, dan layak untuk divalidasi. Struktur sintaksis ditampilkan melalui alur narasi yang reflektif dan bertahap, yang mengajak audiens memahami proses emosional secara perlahan. Struktur skrip menempatkan perempuan sebagai subjek aktif dalam proses pemulihan dan pertumbuhan emosional, bukan sekadar objek penderita. Struktur tematik menekankan pentingnya penerimaan diri, kesadaran emosional, dan ketahanan mental sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Sementara itu, struktur retoris memanfaatkan bahasa afirmatif, ilustrasi visual bernuansa lembut, serta metafora yang dekat dengan pengalaman sehari-hari untuk membangun kedekatan emosional dengan audiens. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat berfungsi sebagai ruang suportif dalam pemberdayaan perempuan dengan menormalisasi pengalaman emosional serta meningkatkan kesadaran kesehatan mental secara empatik dan non-menghakimi.