Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Citra Tubuh Dengan Harga Diri Pada Remaja Di SMKN 32 Jakarta Selatan Aryani, Naurah Salsabilah; Reni, Reni; Rahayu, Septirina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara citra tubuh dan harga diri pada remaja di SMKN 32 Jakarta Selatan. Masa remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis, sehingga persepsi terhadap tubuh dapat memengaruhi pembentukan harga diri. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan desain kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 213 siswa kelas X SMKN 32 Jakarta Selatan. Sampel penelitian berjumlah 69 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan penyesuaian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scales (MBRSQ-AS) untuk mengukur citra tubuh, Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur harga diri, serta Google Form sebagai media pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui kekuatan dan signifikansi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan harga diri pada remaja, dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p < 0,05). Sebagian besar responden memiliki tingkat harga diri sedang (62,3%), sementara lebih dari setengah responden (53,6%) menunjukkan citra tubuh negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa citra tubuh berperan penting dalam pembentukan harga diri remaja, namun persepsi negatif terhadap tubuh tidak selalu berimplikasi pada rendahnya harga diri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan intervensi psikososial untuk meningkatkan kesejahteraan mental remaja.