Virus HIV menginfeksi sel darah putih dan mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh manusia. Infeksi HIV/AIDS melemahkan sistem kekebalan seseorang, membuatnya lebih rentan terhadap berbagai penyakit, yang dapat berkembang menjadi lebih serius daripada kondisi normal. Salah satu faktor penyebab peningkatan kasus di Indonesia adalah kesadaran akan risiko HIV/AIDS yang rendah di kalangan remaja. Tidak memahami HIV/AIDS dapat menyebabkan perilaku berisiko seperti seks bebas, yang berkontribusi pada peningkatan kasus HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMA Negeri 8 Halmahera Selatan tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,922), sikap (p-value 0,31), dan peran teman sebaya (p-value 1000) dengan pencegahan HIV/AIDS pada remaja SMA Negeri 8 Halmahera Selatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua (p-value 0,021) dengan pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMA Negeri 8 Halmahera Selatan. Disarankan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap program terkait bahaya penyakit menular seksual pada remaja, agar mereka memperoleh pemahaman dan informasi yang tepat. Selain itu, perlu ditingkatkan pula kegiatan edukasi mengenai pentingnya peran orang tua dan teman sebaya dalam upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja