Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Mantra Tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara Kecamatan Kulisusu: Pendekatan Etnolinguistik Yusni; Yusni, et.al; Halfian, Wa Ode
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/j22b8y63

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Mantra Tradisi Pesondo pada Masyarakat Buton Utara Kecamatan Kulisusu: Pendekatan Etnoliguistik”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mantra tradisi Pesondo terdapat 36 data yang terdiri atas dua mantra yakni, mantra osio (sembilan), dan mantra hoalu. Pertama, mantra osio mengandung makna suatu upaya pengobatan penyakit turunan pada anak sulung seperti kudis menahun, dan gatal-gatal, serta diharapkan anak akan lebih sehat, tambah pintar, dan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Kedua, mantra hoalu (delapan) mengandung makna suatu pengharapan ketika anak sembuh dan terhindar dari penyakit turunan, si anak akan berumur panjang, rezekinya banyak, hidup bahagia, mempunyai banyak keturunan, senantiasa diberi kesehatan, dan tidak lagi merasakan gangguan dari arwah para leluhur. Makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo ada 4 yakni, makna numeralia 2 data, makna leksikal 7 data, makna gramatikal 18 data, dan makna referensial 2 data.