Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Karakteristik Nyeri Dada Pada Pasien Sindroma Koroner Akut di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Muhammad Ridwan; Yusni; Nurkhalis
Journal of Medical Science Vol 1 No 1 (2020): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.533 KB) | DOI: 10.55572/jms.v1i1.5

Abstract

Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada (angina) merupakan gejala utama dan yang paling banyak dikeluhkan pasien sindroma koroner akut (SKA) yang berobat ke rumah sakit. Angina merupakan rasa tidak nyaman di dada (chest discomfort) yang disebabkan oleh menurunnya aliran darah koroner menuju otot jantung. Nyeri ini bersifat progresif dan dapat menyebabkan kematian, sehingga jenis nyeri dada ini memerlukan penanganan yang serius dan pemeriksaan lanjutan. Beberapa referensi menyebutkan adanya perbedaan pola nyeri pasien SKA dan nyeri dada kardiak lainnya. Hasil observasi kami juga menemukan bahwa nyeri dada ini sering diabaikan pasien karena dianggap sebagai masuk angin, sehingga akan berakibat terjadinya kematian. Hal inilah yang menjadi dasar perlunya suatu penelitian untuk dapat menemukan perbedaan karakteristik nyeri dada akibat SKA dengan nyeri dada lainnya. Hasil penelitian ini ini sangat diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar dapat menjaga keselamatan pasien dan juga mencegah meningkatnya angka kematian akibat penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pola nyeri dada pada pasien sindroma koroner akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pasien yang terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki. Usia pasien penderita sindroma koroner akut yang tertua adalah pada usia 76 tahun. Jenis pekerjaan pasien sindroma koroner akut yang terbanyak adalah Swasta. Tingkat pendidikan pasien sindroma koroner akut yang terbanyak adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Rata-rata onset yang dialami pasien sindroma koroner akut adalah 6,11 jam. Rata-rata skala nyeri yang dialami pasien Sindroma Koroner Akut yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh adalah 6,2. Kategori angina yang paling banyak diderita pasien adalah Angina de novo, sedangkan kategori angina yang paling rendah adalah jenis Angina pasca infark.
Perbandingan Kadar Immunoglobulin E Serum Pada Pasien Rinitis Alergi Dengan Faktor Risiko Genetik T. Husni T.R.; Yusni; Fadhlia
Journal of Medical Science Vol 1 No 1 (2020): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.869 KB) | DOI: 10.55572/jms.v1i1.10

Abstract

Rinitis merupakan masalah kesehatan global, walaupun tidak bersifat serius namun rhinitis alergi harus dipikirkan sebagai keadaan yang cukup serius karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita akibat beratnya gejala yang dialami dan juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Prevalensi rinitis alergi terus meningkat sepanjang 50 tahun terakhir. Peningkatan ini disebabkan karena faktor genetik dan lingkungan. Penegakan diagnosis rinitis alergi dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kadar IgE serum, kadar eosinofil darah tepi dan eosinofil mukosa hidung. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar Immunoglobulin E pada penderita rinitis alergi dan non alergi dengan predisposisi genetik. Hasil dari penelitian ini didapatkan kadar Ig E lebih tinggi dan signifikan pada pasien rinitis alergi dibandingkan non-rinitis alergi. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar Ig E pada pasien dengan rinitis alergi dengan non rinitis alergi.
PENGARUH SOSIAL DAN PERSEPSI KEMUDAHAN TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN E-COMMERCE Yeti; Yusni; M. Yadasang, Rosfiyanti
MIZANIA: Jurnal Ekonomi Dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2025): Mizania: Jurnal Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Economics and Business Faculty UNUSIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/mizania.v5i2.1820

Abstract

This study aims to determine the influence of social influence and perceived ease of use on the interest in using e-commerce. The data collection methods used in this study were observation, documentation, and questionnaires. The data analysis methods used were validity testing, reliability testing, classical assumption testing, and multiple linear regression testing, as well as partial t-tests and simultaneous tests (F-tests). The results of the study indicate that partially, the variables of social influence and perceived ease of use have a positive and significant influence on the interest in using e-commerce. This social influence variable has a dominant influence on the interest in using e-commerce among students of the Management Study Program at Muhammadiyah University of Luwuk. This explains that students of the Management Study Program at Muhammadiyah University of Luwuk are more influenced by social influence in using e-commerce.
Makna Mantra Tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara Kecamatan Kulisusu: Pendekatan Etnolinguistik Yusni; Yusni, et.al; Halfian, Wa Ode
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/j22b8y63

Abstract

Penelitian ini berjudul “Makna Mantra Tradisi Pesondo pada Masyarakat Buton Utara Kecamatan Kulisusu: Pendekatan Etnoliguistik”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo pada masyarakat Buton Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mantra tradisi Pesondo terdapat 36 data yang terdiri atas dua mantra yakni, mantra osio (sembilan), dan mantra hoalu. Pertama, mantra osio mengandung makna suatu upaya pengobatan penyakit turunan pada anak sulung seperti kudis menahun, dan gatal-gatal, serta diharapkan anak akan lebih sehat, tambah pintar, dan menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Kedua, mantra hoalu (delapan) mengandung makna suatu pengharapan ketika anak sembuh dan terhindar dari penyakit turunan, si anak akan berumur panjang, rezekinya banyak, hidup bahagia, mempunyai banyak keturunan, senantiasa diberi kesehatan, dan tidak lagi merasakan gangguan dari arwah para leluhur. Makna yang terkandung dalam mantra tradisi Pesondo ada 4 yakni, makna numeralia 2 data, makna leksikal 7 data, makna gramatikal 18 data, dan makna referensial 2 data.