Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Recontextualization of Islamic-Malay Ethics through Modern Zapin: A Didactic Analysis of Lesti Kejora's Song in Character Education Fathin, Syarifah; Permadini, Susan
Journal of Malay Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Malay Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jmis.v8i1.32815

Abstract

The erosion of cultural identity among Generation Z necessitates an innovative approach to character education through the recontextualization of local wisdom. This study aims to analyze the integration of moral and cultural values within the song "Zapin Melayu," a modern adaptation performed by Lesti Kejora, and evaluates its relevance as a pedagogical medium for character formation in contemporary education. Employing a qualitative descriptive design with content analysis, this research examines lyrical narratives and historical archives to interpret latent didactic messages. The findings reveal that "Zapin Melayu" serves as a sophisticated synthesis of Islamic theological principles and indigenous Malay ethics, encompassing themes of sincerity (ikhlas), social decorum (adab), and collective harmony. The results demonstrate that through its "dynamic packaging," this modern iteration successfully preserves the ontological essence of traditional art while resonating with modern musical sensibilities. Consequently, the song functions not merely as aesthetic entertainment but as a critical ethno-pedagogical tool that fosters spiritual awareness and social solidarity. This study concludes that the revitalization of traditional arts through contemporary media is imperative for fortifying national identity and internalizing akhlaqul karimah amidst the pressures of global homogenization.
Sastra Kota Palembang: Representasi Identitas Budaya Palembang dalam Lagu Daerah Palembang (Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk) Permadini, Susan
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.052.06

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi identitas budaya Palembang dalam tiga lagu daerah Pempek Lenjer, Ya Saman, dan Cuk Mak Ilang sebagai bentuk sastra kota yang merekam cara masyarakat Palembang memaknai ruang hidup, tradisi, dan simbol budayanya. Ketiga lagu tersebut dipandang sebagai teks budaya yang menampilkan simbol-simbol khas Palembang seperti pempek lenjer, Sungai Musi, Batanghari Sembilan, Pulau Kemaro, serta penggunaan bahasa Palembang dan pola pantun tradisional. Penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang mencakup struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial untuk menelusuri bagaimana lirik-lirik tersebut membentuk wacana identitas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pempek Lenjer merepresentasikan kebanggaan masyarakat terhadap kuliner lokal sebagai simbol kedekatan sosial dan identitas kota. Ya Saman menampilkan perpaduan ekspresi cinta, ruang geografis, dan budaya tepian Sungai Musi, yang merefleksikan cara masyarakat Palembang memaknai hubungan antara perasaan, ruang, dan identitas. Sementara itu, Cuk Mak Ilang menghadirkan nilai-nilai kolektif masyarakat melalui pantun jenaka yang mencerminkan pergaulan, etika, serta karakter sosial orang Palembang. Ketiga lirik lagu memperlihatkan bahwa karya lisan masyarakat dapat berfungsi sebagai medium sastra kota, yaitu sarana yang mendokumentasikan pengalaman budaya, memperkenalkan citra Palembang, dan memperkuat identitas lokal melalui bentuk-bentuk ekspresi yang hidup di tengah masyarakat.