Penelitian ini untuk melihat Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran Dan Ketimpangan Pendapatan Terhadap Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2015-2024. Pada penelitian ini menggunakan sensus atau sampling total yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan cara menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel. Kriteria sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2015 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel. Dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (a)Indeks Pembangunan Manusia secara signifikan terbukti dapat menurunkan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2015-2024. Dimana peningkatan IPM melalui pendidikan, kesehatan dan standar hidup yang layak dapat menciptakan efek yang positif yaitu dapat membuat masyarakat lebih sehat dan terdidik sehingga akan lebih produktif, dapat mandiri secara ekonomi, dan pada akhirnya dapat mampu keluar dari jerat kemiskinan secara permanen; (b) Pengangguran belum terbukti dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia pada tahun 2015-2024. Hal ini didukung dengan fenomena working poor (pekerja miskin) di mana kemiskinan tidak disebabkan oleh ketiadaan pekerjaan, melainkan oleh rendahnya kualitas pekerjaan. Kebijakan pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya berfokus pada penurunan tingkat pengangguran, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pekerjaan dan perluasan kapabilitas ekonomi masyarakat; dan (c) Ketimpangan Pendapatan merupakan determinan penting yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Kebijakan yang mendorong pemerataan pendapatan serta perluasan akses terhadap sumber daya ekonomi terbukti dapat menekan tingkat kemiskinan secara berkelanjutan