Setyanto, Alvent Teo Sa’ah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Jenis Pot dan Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Pentas (Pentas lanceolate Forssk.) Setyanto, Alvent Teo Sa’ah; Sitawati; Udayana, Cicik
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Isu tentang bahaya penggunaan plastik yang tidak mudah terurai sudah berkembang sejak lama dimasyarakat sehingga muncul biodegradable pot atau biopot. Penggunaan pot berbahan dasar organik yaitu biopot dapat memangkas tahapan repotting pada tanaman bunga pentas. Tanaman hias bunga pentas (Pentas lanceolata Forssk.) dikenal dengan nama lain Egyptian star flower karena bentuk bunganya yang menyerupai gugusan bintang dan merupakan salah satu anggota famili Rubiaceae. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah mempelajari pertumbuhan dan pembungaan tanaman hias pentas pada jenis pot dan interval penyiraman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dengan 6 ulangan yaitu jenis pot dengan 2 taraf dan interval penyiraman dengan 3 taraf. Faktor pertama adalah jenis pot yang terdiri dari P1: pot plastik dan P2: biopot. Faktor kedua yaitu interval penyiraman yang terdiri dari A1: 1 hari sekali, A2: 3 hari sekali, dan A3: 6 hari sekali. Hasil penelitian menunjukan jenis pot mempengaruhi variabel pengamatan luas daun, indeks klorofil, waktu muncul bunga, jumlah kluster dan jumlah kuntum bunga. Biopot memiliki luas daun dan nilai indeks klorofil yang lebih tinggi dari pot plastik, tetapi memiliki waktu muncul bunga yang lebih lambat, jumlah kluster dan jumlah kuntum bunga yang lebih rendah dari pot plastik. Interval penyiraman 6 hari sekali memiliki luas daun, nilai indeks klorofil, jumlah kluster, dan jumlah kuntum bunga yang lebih tinggi dari interval penyiraman 1 hari sekali. Begitupun pada waktu muncul bunga, menghasilkan waktu muncul bunga yang lebih cepat dari interval penyiraman 1 hari sekali.