Sibarani, Roysteven R.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Jenis Klon dan Pemberian Konsentrasi Rootone F. terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Murni Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Sibarani, Roysteven R.; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 12 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman kopi merupakan komoditas yang berperan penting dalam perkembangan perdagangan (ekonomi) di Indonesia sehingga termasuk komoditas favorit untuk dibudidayakan. Kopi berada pada urutan keempat setelah kelapa sawit, karet dan kayu sebagai salah satu penyumbang yang unggul dalam meningkatkan pendapatan negara yang signifikan melalui kegiatan ekspor biji kopi ke negara-negara lain. Dengan demikian perlu dilakukan pengembangan melalui kegiatan penelitian mengenai pembibitan stek tanaman kopi robusta. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kombinasi perlakuan jenis klon kopi dan konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh yang terbaik pada pembibitan kopi robusta metode stek murni. Bahan yang digunakan yaitu entres Kopi Robusta Klon BP 308, BP 358, dan BGN 352. Bahan lain yang digunakan dalam penelitian yaitu tanah, pupuk kandang kambing, Rootone F dan air. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor antara lain faktor pertama adalah klon BP 308, BP 358 dan BGN 352. faktor kedua konsentrasi Rootone F. 0%, 3%, 6%, dan 9%. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2024 di kebun pembibitan PT. Perkebunan Nusantara XII Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan yaitu entres Kopi Robusta Klon BP 308, BP 358, dan BGN 352. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan jenis klon kopi dengan konsentrasi Rootone F. pada seluruh variabel pengamatan. Perbedaan jenis klon tidak membutuhkan konsentrasi Rootone F. yang berbeda. Kemudian konsentrasi Rootone F. 6% menghasilkan berat segar akar lebih tinggi daripada tanpa Rootone F. (kontrol) dan konsentrasi Rootone F. 9%.