Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Intensitas Pencahayaan Artifisial Auditorium Budi Utomo Berdasarkan SNI 6197:2011 Berbasis Peta Kontur Pratiwi, Dwi Indah Setiyo Pratiwi; Octavia, Nur Afni; Chasanah, Uswatun; Marufah, Asmaul Lutfi
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Inpress Vol 15 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n1.p39-47

Abstract

Abstrak Pencahayaan buatan memiliki peran penting dalam menciptakan kenyamanan visual dan efisiensi energi di ruang tertutup, terutama pada bangunan publik seperti auditorium. Kualitas pencahayaan diukur melalui intensitas cahaya (lux) dan keseragaman distribusi cahaya yang sesuai dengan standar SNI 6197:2011. Standar tersebut menetapkan tingkat pencahayaan minimum sebesar 300 lux dan rasio keseragaman minimal 0,7 untuk ruang dengan aktivitas visual menengah hingga tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran intensitas cahaya buatan di Auditorium Budi Utomo Universitas Muhammadiyah Lamongan menggunakan alat ukur lux meter dan perangkat lunak Surfer. Pengukuran dilakukan pada 290 titik dengan jarak antar titik 60 cm dalam kondisi seluruh lampu menyala. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa intensitas cahaya di auditorium berkisar antara 50 hingga 110 lux dengan rata-rata 84,2 lux, masih jauh di bawah standar SNI. Hasil pemetaan menggunakan Surfer memperlihatkan area tengah auditorium memiliki intensitas tertinggi, sedangkan bagian tepi depan dan belakang lebih rendah. Nilai keseragaman pencahayaan (uniformity ratio) sebesar 0,59 menandakan distribusi cahaya belum merata. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pencahayaan auditorium belum optimal, baik dari segi intensitas maupun pemerataan, sehingga dapat menurunkan kenyamanan visual. Diperlukan penambahan titik lampu, penggunaan lampu berefikasi tinggi, dan penataan ulang armatur agar pencahayaan menjadi efisien, merata, dan sesuai standar nasional.   Abstract Artificial lighting plays an important role in creating visual comfort and energy efficiency in enclosed spaces, especially in public buildings such as auditoriums. Lighting quality is measured through light intensity (lux) and uniformity of light distribution according to the SNI 6197:2011 standard. The standard stipulates a minimum lighting level of 300 lux and a uniformity ratio of 0.7 for spaces with moderate to high visual activity. This study aims to analyze the distribution of artificial light intensity in the Budi Utomo Auditorium, Muhammadiyah University of Lamongan using a lux meter and Surfer software. Measurements were conducted at 290 points with a distance between points of 60 cm with all lights on. The measurement results show that the light intensity in the auditorium ranges from 50 to 110 lux with an average of 84.2 lux, still far below the SNI standard. The mapping results using Surfer show that the center area of ​​the auditorium has the highest intensity, while the front and rear edges are lower. The lighting uniformity ratio value of 0.59 indicates that the light distribution is not yet even. This situation indicates that the auditorium's lighting system is suboptimal, both in terms of intensity and distribution, which can reduce visual comfort. Additional lighting points, the use of high-efficiency lamps, and the rearrangement of fixtures are needed to ensure efficient and even lighting and meet national standards.