Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Terakhir Ayah Terhadap BMI Siswa di Desa Cibadak Maula, Kamila; Rey, Devina Faliza; Rahmawati, Evi Kurnia; Fitriana, Narti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2231

Abstract

The purpose of this study was to analyze the influence of parents' highest educational level, particularly fathers', on the Body Mass Index (BMI) of students in Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. This study used a quantitative approach with a one-way ANOVA method. The independent and dependent variables that were the main determinants in this analysis were parents' highest educational level and students' BMI. The results of this study showed no significant difference between parents' highest educational level and students' BMI. This proves that formal education is not a factor in students' BMI. However, there are other factors that have a more significant influence, such as genetics, diet, and physical activity. Therefore, efforts to improve children's nutrition require a multicultural approach in collaboration with health facilities, schools, and the local community.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh level pendidikan terakhir orang tua, khususnya ayah terhadap Body Mass Index (BMI) siswa di Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ANOVA satu jalur. Variabel independen dan dependen yang menjadi penentu utama dalam analisis ini adalah pendidikan terakhir orang tua dan BMI siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat signifikansi antara level pendidikan terakhir orang tua dengan BMI siswa. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan formal bukan menjadi faktor BMI siswa. Akan tetapi, ada faktor lain yang memiliki pengaruh yang lebih signifikan seperti genetika, pola makan dan aktivitas fisik. Sehingga upaya perbaikan gizi anak diperlukan menggunakan pendekatan multikultural dengan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan, sekolah dan masyarakat setempat.