Abstract - This study aims to examine the implementation of a pentahelix-based empowerment model in an effort to increase literacy interest among primary school students. The pentahelix model involves five important elements, namely academics, businesses, communities, government and media, which synergistically work together to create a productive literacy ecosystem. The problem of low interest in reading in Indonesia, which is reflected in the low international literacy rankings, is the background to the importance of this collaborative approach. This research used a descriptive qualitative method with a field study approach in several elementary schools. The results show that the implementation of the pentahelix model can significantly increase students' interest in reading, especially when all elements play an active role according to their capacity. Strong collaboration between pentahelix elements creates a more contextualized, interesting and meaningful learning experience for students. This study recommends replicating this model at the primary education level more widely to strengthen literacy culture from an early age. Keyword: Pentahelix, Empowerment, Literacy, Primary School. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model pemberdayaan berbasis pentahelix dalam upaya meningkatkan minat literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Model pentahelix melibatkan lima unsur penting, yaitu akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media yang secara sinergis bekerja sama dalam menciptakan ekosistem literasi yang produktif. Permasalahan rendahnya minat baca di Indonesia, yang tercermin dari peringkat literasi internasional yang masih rendah, menjadi latar belakang pentingnya pendekatan kolaboratif ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan pada beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pentahelix mampu meningkatkan minat baca siswa secara signifikan, terutama ketika semua elemen berperan aktif sesuai kapasitasnya. Kolaborasi yang kuat antar unsur pentahelix menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi siswa. Penelitian ini merekomendasikan replikasi model ini pada tingkat pendidikan dasar secara lebih luas untuk memperkuat budaya literasi sejak dini. Kata kunci: Pentahelix,Pemberdayaan, Literasi, Sekolah Dasar