Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Low Laser Light Therapy dan Mirror Therapy Exercise sebagai Intervensi Fisioterapi pada Pasien post Herpetic Neuralgia: A Case Report Maharrani, Dian; Pristianto, Arif; Hamidah, Nilam Nur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Post Herpetic neuralgia (PHN) atau neuralgia pasca herpes adalah komplikasi paling umum dari terjadinya herpes zoster. Karakteristik Postherpetic Neuralgia (PHN) ditandai dengan nyeri tajam atau sensasi terbakar yang mengikuti pola dermatom satu sisi, dan berlangsung selama tiga bulan atau lebih setelah infeksi herpes zoster terjadi. Faktor risiko PHN yang sering terjadi adalah usia lanjut, jenis kelamin perempuan, imunosupresi berat, ruam parah, dan nyeri akut saat terpapar herpes zoster.Case Presentation: Penelitian ini menggunakan metode case report yang dilakukan di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Bali pada bulan November 2024. Pasien seorang pria, atas nama Tn. IMS, berusia 71 tahun dengan diagnosis post herpetic neuralgia. Pasien mengeluhkan nyeri dan sensai terbakar di bagian mata, alis, dan dahi sebelah kiri sejak 3 bulan yang lalu. Nyeri yang dirasakan hilang-timbul, tajam, dan tidak menjalar. Nyeri bertambah parah saat terkena gesekan, seperti pakaian atau masker dan saat terkena angin. Nyeri tidak terasa saat tidur sehingga tidak mengganggu waktu tidur pasien. Pasien mempunyai riwayat hipertensi, diabetes, dan bell palsy.Management and Outcome: Intervensi fisioterapi yang diberikan kepada pasien adalah Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Low Laser Light Therapy (LLLT), dan Mirror therapy exercise. Evaluasi pengukuran tingkat nyeri pasien menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), pengukuran kekuatan otot wajah pasien menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), pengukuran skala integritas kulit dengan metode SWEAT, dan pengukuran kemampuan fungsional menggunakan Ugo Fisch Scale.Conclusion: Penelitian ini dilaksanakan langsung pada pasien dengan kondisi Post Herpetic Neuralgia dengan terapi sebanyak 5 kali sesi pertemuan dengan modalitas fisioterapi berupa TENS, LLLT, dan mirror therapy exercise terlihat perubahan yang signifikan dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki integritas kulit, dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien.