Imas Masyitoh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Pengendalian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaung Wetan Imas Masyitoh; Alfika Safitri; Rina Puspita Sari
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v4i4.997

Abstract

Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang sering dialami oleh lansia dan merupakan penyebab utama komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Pengendalian hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk aktivitas fisik dan kualitas tidur; aktivitas fisik yang tidak mencukupi dan kualitas tidur yang buruk dapat membuat tekanan darah lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Wetan. Penelitian ini menggunakan desain korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 81 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 96 pasien hipertensi lansia. Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan pengendalian hipertensi dinilai dari pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer dan stetoskop. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square Pearson dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan pengendalian hipertensi (p = 0,000) serta antara kualitas tidur dan pengendalian hipertensi (p = 0,000). Lansia dengan aktivitas fisik sedang hingga berat dan kualitas tidur yang baik cenderung memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol dibandingkan mereka yang melakukan aktivitas fisik ringan dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan kualitas tidur merupakan faktor yang berhubungan dengan pengendalian hipertensi pada lansia, sehingga upaya untuk meningkatkan aktivitas fisik dan memperbaiki kualitas tidur melalui edukasi dan dukungan dari petugas kesehatan diperlukan sebagai bagian dari program pengendalian hipertensi.