Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Senam Hipertensi Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Warga Bina Sosial Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat 2023 Alfika Safitri; Mardiana pratiwi; Veronnicka Shintya Dewi; Nurul Fadhilah; Astuti Astuti; Devi Sri Rahayu; Siti Sopiah; Dede Nurjanah; Febiola Dwi Puspitasari; Sulyanti Suhartini; Lutfiah Galuh Ayu; Hilda Nuramaliyah; Luxiana Rahayu
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i2.1959

Abstract

Hypertension is a conditional in which blood pressure increases beyond normal limits. Normal blood pressure varies according to age. All hypertension is a sport, one of which aims to incrase blood flow and oxygen supply to the active muscles and skeleton, especially to the heart muscle. The purpose of this hypertension exercise is to increase the knowledge of the elderly at the Tresna Werdha Budi Mulia 2. Social institution regarding hypertension exercise to reduce blood pressure. The method used is by socializing and providing counseling and displaying posters containing the steps in hypertension gymnastics. Health counseling was held on Thursday, june 8 2023. The population in this counseling were the elderly in Tresna Werdha Budi Mulia 2 Social institutions. After conducting health education about hypertension exercise, the results (100%) were that the elderly in Tresna Werdha Budi Mulia 2 Social institutions understood, understand and be able to give an example of how hypertension exercise to lower blood pressure.
Laporan Hasil Praktik Profesi Asuhan Keperawatan Komunitas Di Kelurahan Periuk Jaya Rt 03/Rw 04 Kecamatan Periuk Kota Tangerang 2023 Alfika Safitri; Nur Ayu Fazri; Aulia Shafa Shalsabila; Mesi Maesaroh; Pujianti Listiani; Mardiana Pratiwi; Veronnicka Shintya Dewi; Nurul Fadhilah; Astuti Astuti; Devi Sri Rahayu; Siti Sopiah; Dede Nurjanah; Febiola Dwi Puspitasari
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i3.838

Abstract

Community nursing or community health nursing is the practice of maintaining and improving public health using knowledge from nursing, social sciences and public health sciences. Another definition of community nursing is a form of professional service based on nursing knowledge and tips aimed primarily at high-risk groups to improve community health status by emphasizing efforts to improve health, disease prevention and not neglecting curative and rehabilitative (Kholifah & Widagdo, 2016). In RW 04 Kelurahan Periuk Jaya, which is a village with densely populated residential houses with houses attached to one another, the average building in Pabuaran village has new buildings but is not well maintained and settlements are dominated by old buildings. own property, in terms of the environment the area of ​​the house has a yard, there are several cattle pens around the settlement. The characteristics of the area and health problems that arise in RW 04 Periuk Jaya Village are information about prevention and diet for Hypertension, Gout Arthritis and ISPA. To carry out this task requires a person nurses who are competent in providing community nursing care, to get optimal results requires experience in addition to knowledge. One way to gain experience is through community nursing practice in Periuk Jaya Village RW 04 Periuk District, Tangerang City
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Tahap Perkembangan Dewasa Muda Dengan Intervensi Pemberian Jus Nanas dan Madu untuk Menurunkan Kadar Asam Urat (Gout Arthritis) Tsani Dermawan; Alfika Safitri; Hasan Basri
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i2.1109

Abstract

Gouty arthritis or often known as gout is a disease that attacks the joints, this is caused by high uric acid levels caused by genetic or hereditary factors and a lifestyle that often consumes foods that contain lots of purines. Purine substances are the core part of protein, and protein is widely obtained in offal foods, meat and beans (Uric Acid, 2023). Complementary therapy is a natural therapy including herbal therapy. Herbal therapy can utilize surrounding fruits / plants such as pineapple fruit, soursop fruit, bay leaves, and soursop leaves. This research uses a case study method with a family nursing care approach with gout. data collection instruments use family nursing care assessment formats through the nursing process of assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation. Based on the results of the study after implementation in the patient, the results showed a decrease in the pain scale and an increase in the patient's sense of comfort. Non-pharmacological pain management carried out is by drinking pineapple juice and honey regularly. Evaluation results found after treatment for 3 days with reduced pain data, pain scale 1-2. The evaluation found after treatment for 3 days of ineffective family health management problems related to the family's inability to care for sick family members with family data can understand about gout and its actions.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SENAM KEBUGARAN JASMANI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA KASIH AYAH BUNDA Alfika Safitri; Muhamad Aditya
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i5.3067

Abstract

Kemunduran kesehatan fisik pada lansia disebabkan oleh beberapa faktor antara lain proses penuaan alami, gaya hidup, faktor genetik, lingkungan dan kondisi kesehatan. Lansia atau lanjut usia merupakan seorang yang telah memasuki usia 60 tahun atau tahapan akhir dari kehidupannya. Seseorang dapat dikatakan lansia dikarenakan telah terjadi suatu proses yang disebut aging process atau proses penuaan (World Health Organization, 2019). Tujuan Kegiatan : Meningkatkan pengertahuan, merubah sikap dan perilaku untuk memahami pentingnya senam kebugaran untuk kesehatan. Metode Kegiatan : Dengan cara mendemonstrasikan senam kebugaran jasmani kepada lansia yang dilakukan oleh terapis, melakukan senam bersama-sama dengan menggunakan musik. Hasil Kegiatan : 90% Lansia mengikuti tahap kerja senam kebugaran jasmani secara kooperatif, tertib dan teratur.
TERAPI KELOMPOK AKTIVITAS SENAM OTAK UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF DAN MOTORIK PADA LANSIA DI RUANGAN WISMA DURIAN PSTW BUDI MULIA 2 JAKARTA BARAT Alfika Safitri; Siti Robeatul Adawiyah; Astri Septiani; Peri Peratama; Dwi Andrianto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i1.3107

Abstract

Latar belakang: Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran). Salah satu contoh gangguan degeratif kognitif pada lansia adalah demensia. Lansia atau lanjut usia merupakan seorang yang telah memasuki usia 60 tahun atau tahapan akhir dari kehidupannya. Seseorang dapat dikatakan lansia diakrenakan telah terjadi suatu proses yang disebut aging process atau proses penuaan (World Health Organization, 2019). Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah Setelah dilakukannya Terapi kognitif senam otak diharapakan dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan cara terapi senam otak. Hasil: Sebanyak 50% Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi pada lansia dan dapat mengurangi kecemasan pada lansia, peserta sebesar 90% tentang terapi aktivitas kelompok. Peserta juga aktif berpartisipasi dalam terapi aktivitas kelompok terapi senam otak, lansia sangat senang dan antusias terhadap terapi ini untuk meningkatkan kognitif. Kesimpulan: Dengan senam otak terapi ini dapat meningkatkan kognitif dan motorik pada lansia.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) ESTAFET BOLA UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI DAN MENGURANGI KECEMASAN PADA LANSIA DI RUANG WISMA JERUK PANTI WERDHA BUDI MULIA 2 Alfika Safitri; Kredityo Tri Destoro; Nur Kholifah; Neneng Rina Damayanti; Fitri Dwi Yulianti; Dhea Restika Wahyu; Dewi Wulandari; Intan Amalia Ningsih; Tia Aprilia; Nur Fitria Setyorini; Windi Pebriyanti; Lina Rosiani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i2.3152

Abstract

Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Lansia atau lanjut usia merupakan seorang yang telah memasuki usia 60 tahun atau tahapan akhir dari kehidupannya. Seseorang dapat dikatakan lansia diakrenakan telah terjadi suatu proses yang disebut aging process atau proses penuaan. Tujuan dilakukannya Terapi Aktivitas Kelompok Estafet Bola yaitu untuk meningkatkan konsentrasi dan mengurangi kecemasan pada lansia. Terapi Aktivitas Kelompok dilaksanakan pada tanggal Kamis, 18 April 2024 jam 09.00 s/d Selesai. Populasi dalam penyuluhan ini adalah petugas dan lansia di Ruang Wisma Jeruk Panti Sosial Tresna Wherda Budi Mulia 2. Setelah dilaksanakan Terapi Aktivitas Kelompok Bermain “Estafet Bola” didapatkan hasil (100%) lansia memahami, mengerti serta dapat mencontohkan bagaimana Bermain Estafet Bola.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) TEBAK GAMBAR TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PROSES PIKIR LANSIA YANG MENJALANI PERAWATAN DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 CENGKARENG JAKARTA BARAT TAHUN 2024 Alfika Safitri; Siti Robeatul Adawiyah; Winda Oktaviana; Fitri Sintya; Ridayanti, Ridayanti; Saprudin, Saprudin; Fitria Rahma Wandari; Siti Murniawati; Wiwi Adhariyah; Setiarini Pujiningtyas; Ahmad Sarkowi Juniansyah; Bagas Prawira Andrianto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i3.3602

Abstract

Seorang lansia akan mengalami kemunduran secara fisik dan psikis. Kemunduran psikis pada lansia akan menyebabkan perubahan pada sifat dan perilaku yang dapat memunculkan permasalahan pada lansia. Masalah yang sering ditemukan pada lansia ialah penurunan daya ingat, pikun, depresi, mudah marah, tersinggung, dan curiga. Terapi aktifitas Kelompok (TAK ) lansia merupakan salah satu cara agar lansia berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dapat mempengaruhi psikososialnya. Tebak gambar adalah salah satu bentuk permainan yang dapat mengurangi kejenuhan dan dapat menilai kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif, serta sosialisasi lansia. Kegiatan ini dilakukan 45 menit. Kegiatan ini diikuti oleh 7 peserta lansia. Kesimpulan dari kegiatan terapi aktivitas kelompok Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dalam kegiatan tebak gambar dapat membuat lansia melatih ingatanya dan bisa mengatasi rasa stres yang di alami oleh lansia selama di panti, tak hanya itu ada beberapa manfaat lain yang dapat diperoleh melalui kegiatan tebak gambar tersebut. Diantaranya membuat tidur lebih berkualitas dan mengurangi rasa sakit dan kecemasan pada lansia.
LAPORAN HASIL PRAKTIK PROFESI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI KP. DOYONG RW. 12 KEL. GEMBOR KEC. PERIUK KOTA TANGERANG Alfika Safitri; Rosy Rusmiyati; Rizka Gempita E.B; Risma Nur Amalia; Ria Amelia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4856

Abstract

Latar Belakang : Komunitas adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan karakteristik. Kesamaan karakteristik tersebut ditentukan dari lokasi, ras, etnis, usia, pekerjaan, kesamaan minat dalam menyelesaikan masalah tertentu, hasil, atau ikatan umum lainnya (Alvian Fabanyo, 2022). Masalah kesehatan masyarakat dapat bermula dari perilaku individu, keluarga, kelompok dan masyarakat diantaranya berkaitan dengan masalah kesehatan lingkungan, kesehatan ibu anak, kesehatan remaja serta kesehatan lanjut usia (lansia), maupun pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang masih sangat rendah seperti pemeriksaan kesehatan, kehamilan, imunisasi, posyandu dan lain sebagainya. Tujuan penelitian: Memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas di Wilayah Kp. Doyong RW 12 Kelurahan Gembor Kecamatan Periuk Kota Tangerang Banten. Desain penelitian: Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengelompokan data sesuai dengan jumlah KK yang terdapat pada Kelurahan Gembor RW 12 Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Hasil penelitian: Berdasarkan data didapatkan distribusi frekuensi masalah kesehatan di RW 12 Kelurahan Gembor yaitu hipertensi sebanyak 50 warga (61,7%), diabetes melitus sebanyak 12 warga (14,8%), asam urat sebanyak 4 warga (4,9%), kolestrol sebanyak 5 warga (6,2%), dan dispepsia sebanyak 10 warga (12,3%).
MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD I dan MMD II) SERTA IMPLEMENTASI PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RW 10 RT 01-06 KECAMATAN PERIUK KOTA TANGERANG Padilah, Padilah; Alfika Safitri; Linmus, Linmus
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i4.4897

Abstract

Latar Belakang: Keperawatan Komunitas adalah pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan kepada masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi, untuk mencapai kesehatan optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Pelayanan ini menjamin keterjangkauan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran utamanya adalah seluruh masyarakat, termasuk individu, keluarga, dan kelompok berisiko tinggi seperti penduduk di daerah kumuh, terisolasi, bayi, balita, lansia, dan ibu hamil. Tujuan: Untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas di RW.10 Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk. Metode: Metode pelaksanaan senam hipertensi terhadap proses penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Pemberian Jus Semangka untuk menurunkan Hipertensi. Senam Diabetes Mellitus. Kompres air hangat menggunakan jahe merah pada penderita asam urat. Hasil Penelitian: Di RW 10 Cluster Alamanda, tiga penyakit tertinggi adalah Hipertensi, DM, dan Asam Urat. Sebelum pendidikan kesehatan, pengetahuan masyarakat tentang hipertensi berada pada kategori tidak baik. Setelah pendidikan kesehatan, pengetahuan meningkat ke kategori baik. Selain itu, setelah diberikan pendidikan kesehatan dan tindakan non-farmakologis seperti Jus Semangka dan Senam Hipertensi, keluarga memahami dan dapat mengimplementasikan cara-cara tersebut.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 9 KOTA TANGERANG Iman Nurul Zanah; Yayah Choeriyah; Alfika Safitri
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i5.5665

Abstract

Masalah mental yang sering dialami remaja yaitu seperti kecemasan, gangguan mood, dan depresi diakibatkan oleh tekanan dari dalam diri, lingkungan ataupun orang tua. Kecemasan akan mempengaruhi kesehatan fisik serta mengganggu keseimbangan hormon serta mempengaruhi kesehatan reproduksi, Kebanyakan remaja pada saat ini mengkonsumsi makanan olahan yang mengandung sedikit gizi, juga banyak dari remaja melakukan diet yang tidak sesuai yang menyebabkan gizinya tidak seimbang, ketidakseimbangan nutrisi ini dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Berdasarkan Studi Pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap 25 siswi, di dapatkan sebanyak 17 siswi mengalami kecemasan, 15 siswi dengan IMT < 18,5 dan 6 siswi diantaranya mengalami siklus menstruasi tidak teratur Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Negeri 9 Kota Tangerang Desain Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analisis korelasional yaitu Rank Spearman serta pendekatan secara potong lintang (cross sectional) Tekhnik Sampel: Teknik Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling Jumlah Sampel: Sampel pada penelitian ini adalah siswi di SMK Negeri 9 Kota Tangerang sebanyak 78 responden Hasil dan Kesimpulan: berdasarkan hasil uji rank spearman menunjukkan hasil signifikansi 0,002 (p<0,05) yang berarti variabel tingkat kecemasan dengan siklus menstruasi memiliki hubungan yang signifikan dengan diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,352 atau memiliki hubungan cukup, dan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.663 (p>0,05) dengan koefesien korelasi 0,050 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel status gizi dengan siklus menstruasi tidak signifikan atau tidak berarti.
Co-Authors Afrina Kusuma Dewi Ahmad Sarkowi Juniansyah Ainul Latifah Anik Widiastuti Astri Septiani Astuti Astuti Ati Setiawati Aulia Shafa Shalsabila Ayu Aulia Bagas Prawira Andrianto Bella Eka Oktaviani Chaerunnisa Eka Sania Cholisa Resmi Sari Dara Nurhidayati Dede Nurjanah Devi Sri Rahayu Dewi Wulandari Dhea Restika Wahyu Dini Trifani Dwi Andrianto Dwi Setyawati Eka Rodiyah Sri Wulandari Ely Wahyuni Erna Sulandari Erna Susanti Evi Novita Fauzi Rakha Riqy Putra Sulistyo Febiola Dwi Puspitasari Feni Anjani Fitri Dwi Yulianti Fitri Sintya FITRIA HANDAYANI Fitria Rahma Wandari Hairul Efendi Hasan Basri Hilda Nuramaliyah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Rahma Susilawati Iman Nurul Zanah Imas Permasi Indra Adiyansyah Intan Amalia Ningsih Kredityo Tri Destoro Laeliyah Kodriatul Fadillah Latifah Kania Sari Lidia Rosaria Lina Rosiani Linda Linda Linmus, Linmus Lulu Eka Nanda Lutfiah Galuh Ayu Luxiana Rahayu M Hasan Basri Mardiana pratiwi Mesi Maesaroh Mita Nadia Febriaty Mugiyanto Mugiyanto Muhamad Aditya Muhamad Saifudin Muhammad Hasan Basri Muhammad Miftahul Ilmi Naditiya Rahmawati Neneng Rina Damayanti Novita Sariayu Nunung Sri Haryati  Nur Afifah Nur Ayu Fazri Nur Fitria Setyorini Nur Kholifah Nurul Fadhilah Nurul Sapitri Nuryatul Hasanah Okti Ariyani Padilah, Padilah Peri Peratama Pujianti Listiani Ragita Citra Adzani Putri Restika Chitra Ria Amelia Ridayanti, Ridayanti Rina Puspita Sari Rini Handayani Risma Nur Amalia Riyana Vini Alvionita Rizka Gempita E.B Rosy Rusmiyati Sapii Saprudin Saprudin Septa Yundari Setiarini Pujiningtyas Sindri Disti Sagitri Siti Diyani Siti Hapsah Siti Hayatun N Siti Khaerunnisa Siti Mahdiah Siti Murniawati Siti Nuratna Habibah Siti Nurbaidilah Siti Robeatul Adawiyah Siti Sopiah Sulyanti Suhartini Susi Aria Mensi Tia Aprilia Titi Sabariyah Tsani Dermawan Veronnicka Shintya Dewi Via Fauzia Waspah Pitriyah Winda Hastuti Winda Oktaviana Windi Pebriyanti Wiwi Adhariyah Yayah Choeriyah Yeni Gumiati Yuli Irawati Yuni Susilowati Zaitun Qamariah