Women's mental and economic independence remains a challenge, especially in rural areas. These issues are often only superficially apparent, while the true root causes lie beneath the surface. This community service activity focused on education, mentoring, and training for women to strengthen their Quranic mentality and encourage them to be productive in producing herbal products from local ingredients. The activity was implemented using Participatory Action Research (PAR) and Asset-Based Community Development (ABCD) methods, using a participatory approach. The mentoring and training received positive feedback, providing knowledge and skills to village women and having a tangible impact on women's independence, strengthening the local economy, and building a sustainable empowerment model in Bicabbi Village.Kemandirian perempuan dari sisi mental dan ekonomi masih menjadi tantangan terutama pada daerah pedalaman. Permasalahan ini seringkali hanya tampak sebagian kecil saja di permukaan sedangkan akar masalah yang sebenarnya tersembunyi dibawah permukaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada edukasi, pendampingan dan pelatihan untuk perempuan sebagai bentuk penguatan mental diri bersifat Qurani serta mendorong perempuan untuk produktif dalam memproduksi produk herbal dari bahan lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan metode Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Community Development (ABCD) dengan pendekatan partisipatif. Pendampingan dan pelatihan yang dilakukan mendapat tanggapan respon positif karena memberikan pengetahuan dan keterampilan perempuan desa serta memberikan dampak nyata dalam kemandirian perempuan, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan membangun model pemberdayaan berkelanjutan di Desa Bicabbi.