Mulyana, Adang
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dalam Menurunkan Angka Kematian Balita di Kabupaten Bogor Nurita, Nunik Dewi; Rindu; Mulyana, Adang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.3795

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan anak yang mencakup aspek pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi MTBS dalam menurunkan angka kematian balita di Kabupaten Bogor menggunakan metode kombinasi (Embedded mix-methods), yaitu survei kuantitatif di 101 Puskesmas dan wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan pengelola program MTBS, Kepala Puskesmas dan pemangku kebijakan ditingkat Dinas Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya cakupan pelayanan MTBS berisiko meningkatkan angka kematian balita hingga 5,5 kali lipat. Faktor utama yang berkontribusi terhadap hal ini meliputi ketersediaan tenaga kesehatan, tingkat kompetensi tenaga medis, serta adanya ruang khusus untuk pelayanan MTBS. Meskipun program ini terbukti membantu menurunkan angka kematian balita, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP), serta keterbatasan fasilitas dan peralatan medis masih ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan kepatuhan terhadap SOP, serta penyediaan fasilitas yang memadai. Selain itu, kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dalam deteksi dini penyakit balita sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini. Dengan strategi yang lebih terkoordinasi dan dukungan kebijakan yang memadai, implementasi pelayanan  MTBS diharapkan dapat berjalan lebih optimal di seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Bogor.
Analisis Masalah Penyakit Menular Prioritas di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat: Analysis of Priority Infectious Disease Problems in Bogor Regency, West Java Province Pradipta, Marlya Niken; Helda, Helda; Mulyana, Adang
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.3060

Abstract

Latar Belakang: Penyakit yang dapat dicegah dengan Imnunisasi (PD3I), penyakit menular dan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh vector masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan di Kabupaten Bogor. Tujuan: Untuk mengidentifikasi, menentukan prioritas dan penyebab masalah penyakit menular di kabupaten Bogor. Metode: Metode studi ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan review profil Kesehatan dan data terkait lainnya pada tahun 2016 hingga 2020 secara deskriptif. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode PAHO- Adapted-Hanlon dengan melakukan wawancara kepada 7 orang LP/LS di Dinas Kesehatan kabupaten Bogor serta analisis penyebab masalah menggunakan metode Root Cause Analysis. Hasil: Identifikasi prioritas masalah penyakit menular di Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut: terdapat 48.064 kasus COVID-19 dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,43%. Case Notification Rate (CNR) TB sebesar 168 diantara 100.000 penduduk dengan CFR sebesar 1,06 %. Terdapat 417 kasus HIV serta 216 kasus AIDS dengan CFR 3,3%. Prevalensi kusta sebesar 0,36 diantara 100.000 penduduk. Cakupan penemuan kasus pneumonia balita sebesar 13,15%, Incidence Rate (IR) Diare sebesar 16,1 diantara 1000 penduduk. IR Filariasis sebesar 1,28 diantara 100.000 penduduk, dengan CFR sebesar 20,5%. IR DBD sebesar 21,3 kasus diantara 100.000 penduduk, dengan CFR 0,85%. Tidak terdapat kasus campak, ditemukan 4 kasus difteri. AFP rate 0,29 diantara 100.000 penduduk. Berdasarkan hasil analisis tersebut, COVID-19 menjadi prioritas masalah penyakit menular pertama di Kabupaten Bogor dengan skor 60, prioritas kedua adalah Tuberkulosis dengan skor 35,2 dan prioritas ketiga adalah difteri dengan skor 29,7. Kesimpulan: Perioritas masalah penyakit menular di Kabupaten Bogor adalah COVID-19, prioritas ini didukung dengan tingginya mortalitas dan morbiditas COVID-19. Transmisi penyakit COVID-19 menjadi akar penyebab masalah yang perlu ditanggulangi. Peningkatan penerapan protokol kesehatan, jumlah layanan tracing, testing serta vaksinasi diharapkan dapat menjadi upaya penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Bogor.