Berdasarkan data di Puskesmas Balowerti, Pencapaian ASI ekslusif masih rendah, yaitu 27,6% capaian riil dari target tahun 2021 adalah 50%. Identifikasi masalah menggunakan analisa fishbone. Kemudian dari analisa fishbone dicari ide-ide alternatif solusi dari permasalahan yang ada dengan analisa USG. Berikutnya analisis penyelesaian masalah dilakukan berdasarkan analisis SWOT. Salah satu faktor yang menyebabkan belum optimalnya pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui yaitu faktor pemahaman ibu, keluarga, dan masyarakat yang masih kurang. Pada kegiatan pengabdian di Puskesmas Balowerti dipergunakan buku saku sebagai media penyuluhan. Setelah dilakukan intervensi tengah (penyuluhan dengan media buku saku) dilakukan lagi pengukuran pengetahuan responden dengan menggunakan kuesioner (post-test). Setelah hasil pre-test dan post-test didapatkan, maka dilakukan uji T berpasangan. Nilai signifikansi (2-tailed) dari kasus ini adalah 0.000 (p < 0.05). Sehingga hasil nilai pre-test dan nilai post-test mengalami perubahan yang signifikan (berarti). Dapat disimpulkan bahwa nilai post-test memiliki peningkatan dari sebelumnya nilai pre-test. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang ASI esklusif setelah dilakukan edukasi dengan menggunakan media buku saku.