Fungsi keluarga yakni peran atau tugas serta tanggung jawab yang dijalankan didalam keluarga untuk memenuhi semua kebutuhan fisik, emosional, sosial dan spiritual angggota keluarga dan menjaga keberlangsungan kehidupan bersama, melalui fungsi keluarga ini akan dibentuk karakter dan juga kesiapan individu untuk kehidupan dalam bermasyarakat. Penelitian ini mendeskripsikan dan juga menganalisis pelaksanaan fungsi keluarga yang dijalankan oleh ibu tunggal penyandang disabilitas fisik yang ada di Pekanbaru dan juga Ibu tunggal disabilitas fisik yang menghadapi tantangan ganda dalam pelaksanaan fungsi keluarga sebagai orangtua tunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah perempuan penyandang disabilitas yang sudah bercerai (hidup/mati) dan mempunyai anak yang masih berusia kurang dari 18 tahun atau masih tinggal bersama dan juga bertempat tinggal dan juga bekerja di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian di temukan bahwa ibu tunggal disabilitas menjalankan fungsi keluarga tanpa adanya bantuan dari ayah anak-anaknya, namun dapat menjalakan fungsi-fungsi keluarga dengan baik dan juga dengan cara mereka sendiri, dan dalam pelaksanaan fungsi keluarga terdapat tantangan-tanggan yang harus dihadapi oleh ibu tunggal disabilitas seperti keterbatasan fisik yang dimiliki oleh mereka, latar Pendidikan yang rendah, fasilitas publik yang belum ramah untuk disabilitas, diskriminasi dari orang banyak mengenai penyandang disabilitas yang dianggap tidak mampu untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki dan memiliki kehidupan normal seperti kebanyakan orang.