Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengenang Perang Tondano melalui Benteng Moraya dari Situs Sejarah menjadi Warisan Budaya Pinamangun, Anggelina Kepadamu; Nurafiani Barumbu, Desi; Imanuel, Herpi; Kawet , Injilia Klarisa; Waruwu, Marni Lestari; Padang, Mersi Tandi; Sari, Ni Made Tiara; Halusa, Nurul Triyarti; Eurine, Sevlyn Cintya; Dasfordate, Aksilas
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1887

Abstract

Artikel ini menyelidiki Benteng Moraya, salah satu situs bersejarah penting di Sulawesi Utara, yang menunjukkan perjuangan orang Minahasa dalam Perang Tondano melawan penjajahan Belanda pada abad 17-awal abad ke-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dari Louis Gottschalk. Penelitian ini bertujuan untuk mencatat nilai budaya, sejarah Benteng Moraya dan mempelajari peranannya dalam pelestarian warisan budaya dan pertumbuhan pariwisata di wilayah Tondano. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Benteng Moraya tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan, tetapi juga sebagai pusat pendidikan budaya yang membantu memperkuat identitas lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang bergantung pada pariwisata. Revitalisasi situs sejarah sebagai media pembelajaran sejarah publik dan pendekatan pelestarian budaya yang terpadu sangat penting.
AKULTURASI BUDAYA DAN STRATEGI PEKABARAN INJIL TAHUN 1913 DI MAKALE Imanuel, Herpi; Dasfordate, Aksilas; Ramaino, Almen Sulpedi
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50252

Abstract

Fokus kajian ini adalah interaksi antara budaya Toraja yang menganut Aluk Todolo dengan strategi pekabaran Injil pada awal abad ke-20. Sebelum hadirnya Injil, Aluk Todolo berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengatur pola pikir, perilaku, dan tata kehidupan sosial masyarakat Toraja. Kehadiran Injil mulai diperkenalkan setelah Belanda menaklukkan Toraja pada 1906 melalui lembaga zending Gereformeerde Zendingsbond (GZB). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan strategi zendeling dalam pekabaran Injil tahun 1913 di Makale serta mendeskripsikan faktor penerimaan Kristen di tengah budaya masyarakat Toraja. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan strukturalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi zendeling dilakukan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pendekatan terhadap kepala suku. Melalui pendidikan diperkenalkan pengetahuan modern, pelayanan kesehatan menghadirkan kepedulian nyata, sedangkan dukungan kepala suku memperluas penerimaan Injil. Faktor sosial dan akulturasi budaya turut mempercepat proses penerimaan, sebab Injil tidak meniadakan adat, tetapi memberi makna baru pada tradisi seperti Rambu Solo’, Rambu Tuka’. Kesimpulannya, keberhasilan pekabaran Injil di Makale tahun 1913 terwujud karena strategi zendeling yang holistik dan mampu berdialog dengan budaya lokal. Proses ini menghasilkan transformasi sosial-religius yang mengintegrasikan nilai budaya Toraja dengan ajaran Kristen.