Ramaino, Almen Sulpedi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Depth-social interaction between ethnic in the local culture of Minahasa Winoto, Darmawan Edi; Dasfordate, Aksilas; Pelealu, Aldegonda Evangeline; Burdam, Yohanes; Ramaino, Almen Sulpedi; Dasfordate, Gamar
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 10 No. 1 (2023): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v10i1.54492

Abstract

Humans benefit greatly from culture, especially social interaction. Humans' social interaction development will influence connection patterns with the environment. The Minahasa ethnic groups' unity of life grew from the small setting, namely the nuclear and extended family, and subsequently into a village. The social structure based on this relationship type is more inherited. This article explains the Minahasa culture, specifically interaction patterns. The method used is qualitative. Data collection used detailed observation, interviews, and studies bibliography. They use content analysis on reports and examination results from various events in the research area, especially regarding cooperation. The data collected were analyzed qualitatively. Research results show that relationships between family members by genetics or ethnicity are generally close ties. Kinship based on marriage is influential in social life. The market has cooperativeness, friendship, kinship, and patron-client service. In collaboration, the Minahasa and Sanger Talaud ethics are better than the Gorontalo ethics. Ethnic Minahasa and Sangir Talaud have developed many ideas to form harmonious activities between fellow citizens. Cooperation between people from different cultures in Minahasa is quite good in religion. The relationship between religious communities in Minahasa is the mutual respect in their respective worship.
Eksistensi Tarian Kabasaran Dalam Perayaan Kuncikan di Kelurahan Buyungon Tamon, Max Laurens; Tombuku, Tiara Debora; Ramaino, Almen S
Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 6 No 2 (2025): Lani: Jurnal Kajian Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/Lanivol6iss2page114-121

Abstract

The involvement of kabasaran dance in kuncikan celebrations in Buyungon Village is an important part that cannot be separated. Kabasaran dance in the celebration of kuncikan as an identity of the Minahasa community that must be preserved, especially in the midst of a very strong modernisation that causes a lack of interest in the younger generation. The purpose of this research is to describe the influence of modernisation on the values of kabasaran dance in kuncikan celebrations and describe the role of the younger generation in preserving kabasaran dance during kuncikan celebrations in Buyungon Village. The research method used in this research is the historical method. The data collection techniques used were interviews, documentation and questionnaires in the form of questions asked to the local government in Buyungon Village, religious leaders and the younger generation. The analysis technique was carried out through the results of interviews, field notes and documentation which were adjusted to the problems studied and then described through words and sentences. The results of this study show that although modernisation brings challenges to the preservation of kabasaran dance. However, the values contained in this dance are still relevant and important to the Buyungon community. Furthermore, the involvement of the younger generation in the preservation of this dance, shows a hope to maintain cultural heritage, with an approach that involves collaboration between various parties, as well as the utilisation of technology and innovation in the preservation process.
PAKAIAN UIS NIPES DAN BEKA BULUH DALAM TRADISI MASYARAKAT BATAK KARO Br Sembiring, Ymelia Andani; Ramaino, Almen Sulpedi; Dasfordate, Aksilas
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 2 (2025): Desember (In Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v10i2.36745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan generasi muda dalam pelestarian pakaian adat Uis Nipes dan Beka Buluh terhadap keberadaan pakaian tradisional dalam Masyarakat Batak Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah secara genealogis, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan di Desa Barusjahe, kecamatan Barusjahe, Sumatera Utara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam melestarikan pakaian adat Uis Nipes dan Beka Buluh melalui keteladanan, pembiasaan, serta penjelasan tentang makna simbolik warna dan motif pada kain adat. Generasi muda menilai bahwa pakaian adat ini merupakan warisan leluhur yang harus dijaga juga terbuka terhadap modifikasi agar tetap relevan dengan tren masa kini. Pelestarian budaya ini tidak hanya menjaga identitas dan solidaritas sosial juga memerlukan kerja sama antara keluarga, Lembaga Pendidikan, komunitas adat dan pemerintah yang dilakukan secara adaptif dan kreatif agar budaya lokal tetap hidup di tengah globalisasi, memperkuat rasa bangga terhadap identitas suku Karo, dan memperkuat rasa bangga terhadap identitas suku Karo, dan memperkaya keragaman budaya nasional.
AKULTURASI BUDAYA DAN STRATEGI PEKABARAN INJIL TAHUN 1913 DI MAKALE Imanuel, Herpi; Dasfordate, Aksilas; Ramaino, Almen Sulpedi
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 5 No. 2 (2025): Sejarah Indonesia dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v5i2.50252

Abstract

Fokus kajian ini adalah interaksi antara budaya Toraja yang menganut Aluk Todolo dengan strategi pekabaran Injil pada awal abad ke-20. Sebelum hadirnya Injil, Aluk Todolo berfungsi sebagai pedoman hidup yang mengatur pola pikir, perilaku, dan tata kehidupan sosial masyarakat Toraja. Kehadiran Injil mulai diperkenalkan setelah Belanda menaklukkan Toraja pada 1906 melalui lembaga zending Gereformeerde Zendingsbond (GZB). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan strategi zendeling dalam pekabaran Injil tahun 1913 di Makale serta mendeskripsikan faktor penerimaan Kristen di tengah budaya masyarakat Toraja. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan strukturalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi zendeling dilakukan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pendekatan terhadap kepala suku. Melalui pendidikan diperkenalkan pengetahuan modern, pelayanan kesehatan menghadirkan kepedulian nyata, sedangkan dukungan kepala suku memperluas penerimaan Injil. Faktor sosial dan akulturasi budaya turut mempercepat proses penerimaan, sebab Injil tidak meniadakan adat, tetapi memberi makna baru pada tradisi seperti Rambu Solo’, Rambu Tuka’. Kesimpulannya, keberhasilan pekabaran Injil di Makale tahun 1913 terwujud karena strategi zendeling yang holistik dan mampu berdialog dengan budaya lokal. Proses ini menghasilkan transformasi sosial-religius yang mengintegrasikan nilai budaya Toraja dengan ajaran Kristen.