This study aims to optimize the use of artificial intelligence (AI) and enhance the digital literacy of students at the University of Palangka Raya as part of broader efforts to strengthen learning effectiveness in an era of rapid technological transformation. As contemporary learning environments increasingly rely on intelligent technologies, students are required to adapt to digital tools that support analytical, ethical, and productive academic practices. To address this need, the study employs a quantitative approach through a survey administered to 93 students who have used AI-based applications such as ChatGPT, Copilot, and Perplexity in their academic activities. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS version 30. The findings reveal that the use of AI (? = 0.603; Sig. < 0.001) and digital literacy (? = 0.330; Sig. < 0.001) both have a positive and significant effect on learning effectiveness, contributing a combined influence of 71.7%. These results indicate that students with higher levels of digital literacy tend to utilize AI more responsibly, critically, and productively, which in turn enhances the quality of their learning processes. Based on these insights, it is recommended that universities expand AI-based digital literacy training programs and develop more structured technology-use policies to promote adaptive, innovative, and sustainable learning aligned with the demands of the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta meningkatkan literasi digital mahasiswa Universitas Palangka Raya sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas belajar di era transformasi digital yang semakin maju. Kondisi pembelajaran saat ini menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan berbagai teknologi cerdas, sehingga pemahaman dan keterampilan digital menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan akademik. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 93 mahasiswa yang telah memanfaatkan aplikasi berbasis AI, seperti ChatGPT, Copilot, dan Perplexity, dalam berbagai tugas dan aktivitas pembelajaran mereka. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert lima poin, kemudian dianalisis melalui regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI (? = 0,603; Sig. < 0,001) serta literasi digital (? = 0,330; Sig. < 0,001) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas belajar, dengan total kontribusi sebesar 71,7%. Temuan ini memperlihatkan bahwa mahasiswa yang memiliki literasi digital lebih baik cenderung memanfaatkan AI secara lebih bijak, analitis, dan produktif, sehingga mampu meningkatkan kualitas proses belajar. Berdasarkan hasil tersebut, perguruan tinggi disarankan untuk memperkuat program pelatihan literasi digital berbasis AI dan mereformulasi kebijakan pemanfaatan teknologi agar pembelajaran menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan sesuai tuntutan era digital.