Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana politik uang (money politic) direpresentasikan dan dinormalisasi dalam konten media sosial, khususnya melalui akun TikTok Andik Nur Prab menjelang Pemilu Indonesia 2024. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk dan teori habitus Pierre Bourdieu, penelitian ini menelusuri struktur teks, kognisi sosial, serta konteks sosial dari interaksi pengguna terhadap konten parodi bertema “serangan fajar”. Data diperoleh melalui observasi daring terhadap unggahan video dan komentar publik pada akun TikTok tersebut selama periode Desember 2023-Februari 2024, dengan total interaksi mencapai jutaan penayangan dan ribuan tanggapan pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik politik uang tidak hanya direpresentasikan secara humoris dan simbolik, tetapi juga dipahami oleh generasi Z sebagai hal yang lumrah dan tidak bermasalah secara etika. Struktur wacana yang ringan dan menghibur justru memperkuat legitimasi sosial terhadap praktik politik transaksional. Melalui teori habitus Bourdieu, ditemukan bahwa modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik berperan dalam membentuk habitus digital yang permisif terhadap praktik politik uang. Media sosial, khususnya TikTok, berfungsi bukan hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai arena produksi dan reproduksi ideologi yang menguatkan normalisasi money politic dalam budaya politik generasi muda. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interaksi pengguna TikTok sebagai bentuk produksi habitus politik digital, yang menjelaskan bagaimana wacana viral di media sosial berkontribusi pada pembentukan opini publik dan pelemahan etika demokrasi di kalangan generasi muda Indonesia. This study aims to analyze how the discourse of money politics is represented and normalized in social media content, particularly through the TikTok account of Andik Nur Prabowo in the context of Indonesia’s 2024 general election. Using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) and Pierre Bourdieu’s theory of habitus, this research examines the textual structure, social cognition, and social context of user interactions with parody content themed around the so-called “dawn attack” (vote-buying practice). Data were collected through online observation of videos and public comments posted on the account between December 2023 and February 2024, which generated millions of views and thousands of user engagements. The findings reveal that money politics is not only presented humorously and symbolically but also perceived by Generation Z as normal and ethically acceptable. The humorous and relatable narrative structure reinforces the social legitimacy of transactional politics. Through Bourdieu’s framework, the study identifies that economic, social, cultural, and symbolic capitals shape a permissive digital habitus toward money politics. Social media, especially TikTok functions not merely as a space of entertainment but as an arena for the production and reproduction of political ideology, strengthening the normalization of money politics in youth political culture. The novelty of this study lies in its analysis of TikTok user interactions as a form of digital political habitus production, explaining how viral discourses on social media contribute to shaping public opinion and weakening democratic ethics among Indonesia’s younger generation.