Urgensi keberlanjutan pertanian perkotaan memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan khususnya daerah perkotaan, regenerasi petani dan alih fungsi lahan pertanian di daerah perkotaan memberi tantangan kompleks bagi keberlanjutan pertanian perkotaan, namun demikian menurut data luasan lahan pertanian di Kota Gorontalo, lahan pertanian mengalami penurunan luasan, yang secara langsung dapat berakibat pada pemenuhan kebutuhan hidup atau pangan petani pada wilayah perkotaan. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan potret kondisi petani yang ada di Kota Gorontalo dari segi kehidupan petani, regenerasi petani dan karakteristiknya, serta alih fungsi lahan yang terus berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, tahapan awal dari penelitian menyajikan karakteristik petani. Hasil dari penyajian data awal digambarkan dengan pendekatan kualitatif termasuk hubungannya dengan regenerasi petani dan alih fungsi lahan pertanian di Kota Gorontalo. Penelitian dilakukan di Kota Gorontalo dengan membagi 2 jenis informan yaitu petani yang ada di Kota Gorontalo dan instansi pemerintah, penelusuran/pengumpulan data menggunakan metode Snowball Sampling yang dimulai dari petani sebagai informan awal dengan metode in-depth Interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,34% informan penelitian hanya berstatus sebagai petani penggarap dan 6,66% berstatus sebagai petani dengan hak milik. Kaitan dengan regenrasi petani, 26 petani menyatakan tidak mempunyai generasi pelanjut sebagai petani dikarenakan kurangnya minat dan ketertarikan anaknya untuk meanjutkan usahatani keluarga, hanya terdapat 2 orang petani yang menyatakan mempunyai anak untuk melanjutkan atau bekerja pada bidang pertanian, demikian halnya jika terjadi alih fungsi lahan 15 petani menyatakan berhenti menjadi petani dan 13 petani menyatakan akan bertahan bekerja di pertanian.