Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas digital dan branding usaha komunitas Mantan Napi Projek (MAPIJEK) di Kota Tanjungpinang. MAPIJEK merupakan komunitas yang beranggotakan mantan narapidana yang membangun usaha mandiri di berbagai bidang seperti bengkel, kuliner, barbershop, dan jasa kurir. Tantangan utama yang dihadapi komunitas ini adalah keterbatasan akses terhadap teknologi digital, rendahnya literasi pemasaran daring, dan visibilitas usaha yang belum optimal. Kegiatan pengabdian menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan menekankan pada potensi, keterampilan, dan jejaring sosial yang dimiliki oleh komunitas. Serangkaian kegiatan dilakukan melalui pelatihan literasi digital dan sociopreneurship, perancangan strategi branding usaha, pembuatan website komunitas (mapijek.id), serta pendampingan pengelolaan konten dan promosi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anggota terhadap digital marketing dan branding, dengan 80% anggota aktif mengelola media sosial usahanya. Website komunitas berhasil menarik lebih dari 500 kunjungan dalam bulan pertama, menjadi wadah promosi kolektif bagi anggota MAPIJEK. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi anggota, tetapi juga memperkuat proses reintegrasi sosial mantan narapidana melalui kewirausahaan berbasis digital. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025.