Masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) merupakan periode penting yang sering menimbulkan tantangan, terutama dalam aspek sosial-emosional anak. Selama ini, persiapan transisi lebih banyak menekankan kemampuan akademik, sementara kesiapan sosial-emosional kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program pelatihan transisi PAUD ke SD terhadap praktik guru dan perkembangan sosial-emosional anak di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di TK Aisyiyah 2 dan TK Amani. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan partisipan kepala sekolah, guru, dan orang tua, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan transisi berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyiapkan anak secara sosial-emosional. Guru menerapkan strategi pembiasaan seperti circle time, permainan tradisional, dan integrasi budaya lokal sehingga anak lebih mandiri, percaya diri, komunikatif, serta mampu mengelola emosi. Orang tua juga merasakan dampak berupa peningkatan kemandirian anak di rumah maupun di sekolah. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana prasarana, adaptasi guru terhadap pendekatan baru, dan kurang optimalnya keterlibatan orang tua. Disimpulkan bahwa program pelatihan transisi PAUD ke SD berkontribusi signifikan terhadap kesiapan sosial-emosional anak dan perlu dilaksanakan berkelanjutan dengan dukungan sekolah, pemerintah, serta orang tua.