Sukesiningsih, Endiyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reaktualisasi Pendidikan Karakter melalui Pengembangan Buku Cerita Bergambar “Kerja Sama di Sekolah” bagi Siswa Sekolah Dasar Angga, Prayogi Dwina; Makki, Muhammad; Nurwahidah; Andika, I Putu Herry Widhi; Kardiyanto, Deddy Whinata; Sari, Ariesanti Juwita; Sukesiningsih, Endiyah
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13365

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku cerita bergambar berjudul “Kerja Sama di Sekolah” sebagai media literasi karakter untuk menumbuhkan nilai kerja sama dan toleransi bagi siswa sekolah dasar. Selain itu, buku cerita bergambar dikembangkan sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan krisis karakter anak dan memperkokoh budaya keberagaman di lingkungan sekolah. Pendekan penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi lima tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan, (2) perancangan (desain produk), (3) pengembangan produk awal, (4) uji validasi ahli, dan (5) uji coba lapangan. Subjek yang terlibat pada penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, dan siswa kelas IV SD Negeri 24 Mataram. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan angket respon siswa. Validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 82,61% dan 84,28% untuk persentase hasil validasi ahli materi yang termasuk kategori “sangat valid,” sedangkan hasil uji coba lapangan pada siswa diperoleh persentase sebesar 89,31% yang berarti produk ini “sangat praktis” untuk digunakan. Dengan demikian, hasil buku cerita bergambar “Kerja Sama di Sekolah” menjadi jawaban atas tantangan dan kebutuhan nyata terhadap media pembelajaran yang kontekstual di lingkungan sekolah multikultural yang masih belum memiliki sarana literasi karakter.