Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaya banjir pada Hulu DAS Batang Sumpur di Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, serta mengkaji dampak fisik, sosial, dan ekonomi yang ditimbulkan oleh bencana banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode fuzzy logic diterapkan untuk memberikan nilai keanggotaan pada setiap parameter banjir, seperti curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jarak sungai. Hasilnya digabungkan melalui defuzzyfikasi (fuzzy overlay) untuk menghasilkan peta bahaya banjir. Analisis bahaya banjir dengan metode fuzzyfikasi menggunakan enam parameter: Hasil defuzzyfikasi menunjukkan bahwa zona bahaya tinggi terkonsentrasi di dataran rendah sekitar aliran Batang Sumpur dengan karakteristik lereng landai, ketinggian rendah, tanah berpermeabilitas rendah, curah hujan tinggi, serta dominasi pemukiman. Zona sedang berada pada wilayah transisi, sedangkan zona rendah terdapat di hulu dengan ketinggian lebih dari 1000 mdpl dan tutupan hutan. Dampak banjir di Kecamatan Lubuk Sikaping bersifat multidimensional. Dari sisi fisik, banjir merusak rumah, jalan, dan infrastruktur publik. Dari sisi sosial, masyarakat mengalami pengungsian, terganggunya pendidikan, dan trauma psikologis. Dari sisi ekonomi, aktivitas perdagangan, transportasi, dan pekerjaan harian lumpuh, dengan Nagari Durian Tinggi mencatat kerugian tertinggi Rp 60,6 juta. Temuan ini menegaskan bahwa banjir bukan hanya fenomena hidrologis, tetapi bencana kompleks yang mengancam keberlanjutan sosial-ekonomi masyarakat.