Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

JEJAK PENGASUHAN: PERAN POLA ASUH DALAM PEMBENTUKAN GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU DEWASA MUDA Angelica Liefianti; Sandi Kartasasmita
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1096

Abstract

Pola asuh orang tua memainkan peran krusial dalam membentuk cara anak berpikir dan menilai sesuatu. Hal ini kemudian akan terus terbawa hingga anak mencapai usia dewasa dan berdampak pada gaya pengambilan keputusannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan individu dewasa muda, khususnya di DKI Jakarta. Penelitian ini di desain dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian ini terdiri atas 356 partisipan yang dipilih melalui teknik stratified sampling dari 5 wilayah administratif di DKI Jakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 27 melalui uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan (r = 0.753, p < 0.001). Lebih jauh, hasil studi menunjukkan bahwa pola asuh yang positif, seperti pola asuh demokratis berhubungan secara positif dengan gaya pengambilan keputusan yang adaptif, seperti gaya rasional. Temuan ini menegaskan bahwa pola asuh positif yang diterima anak sedari dini berkontribusi terhadap pembentukan gaya pengambilan keputusan yang adaptif di masa dewasa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua dan praktisi psikologi dalam mengembangkan pola pengasuhan yang mendukung kemandirian dan kematangan keputusan individu.
REVITALISASI NILAI PANCASILA DALAM UPAYA MENGATASI KETIDAKMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Calista Shierly Wijaya; Jap Tji Beng; Veebie Cleodora Valein; Angelica Liefianti; Viola Vincentia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1126

Abstract

Penelitian ini mengkaji revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka praktis dalam mengatasi ketidakmerataan pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan nasional masih menghadapi kesenjangan akses, mutu, dan infrastruktur, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, data diperoleh dari jurnal akademik, dokumen pemerintah, dan laporan resmi terbitan tahun 2020 ke atas yang relevan dengan tema Pancasila, kebijakan pendidikan, dan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi guru, fasilitas, dan akses teknologi yang tidak merata memperdalam ketimpangan pendidikan antarwilayah. Namun demikian, Pancasila-khususnya sila kedua dan kelima yang menekankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial memberikan dasar moral dan filosofis bagi kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Analisis menegaskan bahwa revitalisasi nilai-nilai tersebut melalui Kurikulum Merdeka dan proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) mampu memperkuat karakter kebangsaan dan solidaritas sosial, meski implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan pelatihan guru. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran berbasis literasi digital direkomendasikan untuk mengkontekstualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
JEJAK PENGASUHAN: PERAN POLA ASUH DALAM PEMBENTUKAN GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU DEWASA MUDA Angelica Liefianti; Sandi Kartasasmita
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1096

Abstract

Pola asuh orang tua memainkan peran krusial dalam membentuk cara anak berpikir dan menilai sesuatu. Hal ini kemudian akan terus terbawa hingga anak mencapai usia dewasa dan berdampak pada gaya pengambilan keputusannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan individu dewasa muda, khususnya di DKI Jakarta. Penelitian ini di desain dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian ini terdiri atas 356 partisipan yang dipilih melalui teknik stratified sampling dari 5 wilayah administratif di DKI Jakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 27 melalui uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan (r = 0.753, p < 0.001). Lebih jauh, hasil studi menunjukkan bahwa pola asuh yang positif, seperti pola asuh demokratis berhubungan secara positif dengan gaya pengambilan keputusan yang adaptif, seperti gaya rasional. Temuan ini menegaskan bahwa pola asuh positif yang diterima anak sedari dini berkontribusi terhadap pembentukan gaya pengambilan keputusan yang adaptif di masa dewasa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua dan praktisi psikologi dalam mengembangkan pola pengasuhan yang mendukung kemandirian dan kematangan keputusan individu.
REVITALISASI NILAI PANCASILA DALAM UPAYA MENGATASI KETIDAKMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Calista Shierly Wijaya; Jap Tji Beng; Veebie Cleodora Valein; Angelica Liefianti; Viola Vincentia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1126

Abstract

Penelitian ini mengkaji revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka praktis dalam mengatasi ketidakmerataan pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan nasional masih menghadapi kesenjangan akses, mutu, dan infrastruktur, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, data diperoleh dari jurnal akademik, dokumen pemerintah, dan laporan resmi terbitan tahun 2020 ke atas yang relevan dengan tema Pancasila, kebijakan pendidikan, dan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi guru, fasilitas, dan akses teknologi yang tidak merata memperdalam ketimpangan pendidikan antarwilayah. Namun demikian, Pancasila-khususnya sila kedua dan kelima yang menekankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial memberikan dasar moral dan filosofis bagi kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Analisis menegaskan bahwa revitalisasi nilai-nilai tersebut melalui Kurikulum Merdeka dan proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) mampu memperkuat karakter kebangsaan dan solidaritas sosial, meski implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan pelatihan guru. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran berbasis literasi digital direkomendasikan untuk mengkontekstualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.