Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan industri pada usaha kuliner Ayam Geprek Jon di Pajarakan, Kabupaten Probolinggo dalam perspektif studi kelayakan bisnis. Fokus kajian diarahkan pada lima kekuatan kompetitif yaitu ancaman pendatang baru, persaingan antar perusahaan, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pembeli dan pemasok, serta pengaruh pemangku kepentingan terhadap keinginan usaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kuliner ayam geprek memiliki tingkat persaingan yang tinggi, namun Ayam Geprek Jon mampu mempertahankan posisinya melalui cita rasa khas, strategi lokasi, pelayanan responsif, serta kerja sama pasokan bahan baku yang stabil. Ancaman dari pendatang baru dan produk pengganti tergolong sedang, sementara kekuatan tawar-menawar pembeli dan pemasok berada pada tingkat seimbang karena loyalitas pelanggan dan hubungan baik dengan mitra distribusi. Selain itu, dukungan dari pemangku kepentingan seperti pesantren, pemerintah, masyarakat sekitar, serta karyawan yang berperan penting dalam menjaga keinginan usaha. Berdasarkan hasil analisis, Ayam Geprek Jon dinilai layak untuk dikembangkan lebih lanjut karena memiliki pondasi bisnis yang kuat, daya saing yang stabil, dan potensi pertumbuhan di masa depan. Rekomendasi utama penelitian ini adalah perlunya peningkatan strategi promosi digital dan inovasi produk guna memperkuat posisi kompetitif di tengah dinamika industri kuliner lokal.