Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA GENERASI Z DAN GENERASI ALPHA: STRATEGI KOMUNIKATIF ATAU ANCAMAN BAGI BAHASA INDONESIA? Dini Siamika Tito Prayogi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosiolinguistik yang mendorong praktik alih kode serta menganalisis aspek pergeseran kaidah linguistic Bahasa Indonesia bentuk campur kode yang terjadi pada Generasi Z dan Generasi Alpha, khususnya dalam konteks penggunaan bahasa sehari-hari di lingkungan digital dan sosial. Fenomena alih kode dan campur kode yang kian masif menunjukkan adanya pergeseran kaidah linguistik yang dapat berdampak pada kelestarian bahasa ibu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan landasan teori sosiolinguistik, penelitian ini dilakukan terhadap kelompok usia 12–22 tahun melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi teks lisan dan tertulis di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dipicu oleh faktor identitas sosial, dominasi bahasa Inggris dalam media digital, dan adaptasi terhadap komunitas global. Campur kode ditemukan sebagai strategi komunikasi yang dianggap modern dan ekspresif, namun juga mengindikasikan melemahnya dominasi bahasa ibu dalam konteks tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik linguistik Generasi Z dan Alpha dipengaruhi oleh dinamika sosial, digitalisasi, serta perubahan orientasi nilai bahasa yang berdampak terhadap keberlangsungan bahasa local yang berpotensi pada pergeseran kaidah Bahasa Indonesia.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA GENERASI Z DAN GENERASI ALPHA: STRATEGI KOMUNIKATIF ATAU ANCAMAN BAGI BAHASA INDONESIA? Dini Siamika Tito Prayogi
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosiolinguistik yang mendorong praktik alih kode serta menganalisis aspek pergeseran kaidah linguistic Bahasa Indonesia bentuk campur kode yang terjadi pada Generasi Z dan Generasi Alpha, khususnya dalam konteks penggunaan bahasa sehari-hari di lingkungan digital dan sosial. Fenomena alih kode dan campur kode yang kian masif menunjukkan adanya pergeseran kaidah linguistik yang dapat berdampak pada kelestarian bahasa ibu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan landasan teori sosiolinguistik, penelitian ini dilakukan terhadap kelompok usia 12–22 tahun melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi teks lisan dan tertulis di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dipicu oleh faktor identitas sosial, dominasi bahasa Inggris dalam media digital, dan adaptasi terhadap komunitas global. Campur kode ditemukan sebagai strategi komunikasi yang dianggap modern dan ekspresif, namun juga mengindikasikan melemahnya dominasi bahasa ibu dalam konteks tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik linguistik Generasi Z dan Alpha dipengaruhi oleh dinamika sosial, digitalisasi, serta perubahan orientasi nilai bahasa yang berdampak terhadap keberlangsungan bahasa local yang berpotensi pada pergeseran kaidah Bahasa Indonesia.
Artificial Intelligence in Education: Opportunities and Challenges Dini Siamika Tito Prayogi
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i1.644

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to global educational systems. This technology influences not only learning processes but also pedagogical practices, assessment systems, educational management, and policy formulation. This article aims to examine the opportunities and challenges of Artificial Intelligence in education through a conceptual and literature-based approach. The study employs a critical literature review of peer-reviewed journal articles, academic books, and international policy reports related to AI in educational contexts. The findings indicate that AI offers several strategic opportunities, including personalized learning, enhanced assessment effectiveness, data-driven decision-making, and improved educational governance and quality assurance. However, the implementation of AI in education also presents substantial challenges, such as ethical and data privacy concerns, algorithmic bias, teacher readiness, infrastructural inequality, and weak policy and governance frameworks. This article argues that Artificial Intelligence should not be regarded as a neutral technological solution, but rather as a socio-technical phenomenon that requires careful pedagogical, ethical, and policy considerations. When governed responsibly, AI has the potential to support the development of inclusive, adaptive, and human-centered educational systems.