Abstrak−Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis yang bertujuan untuk menganalisis perbedaan preferensi masyarakat dalam mengunjungi kafe berdasarkan segmentasi waktu kunjungan, yaitu siang hari (08.00–17.00) dan malam hari (18.00–22.00). Kajian dilakukan terhadap 21 artikel penelitian terkini (2020–2025) dari database terpilih seperti Taylor & Francis, DOAJ, dan Google Scholar. Temuan menunjukkan dikotomi preferensi yang signifikan antara kedua blok waktu. Pada siang hari, kafe berfungsi sebagai ruang produktif yang mendukung budaya Work from Cafe (WFC) dan aktivitas belajar. Prioritas utama pengunjung adalah fasilitas teknis (Wi-Fi stabil, stop kontak, meja luas) dan suasana tenang yang mendukung konsentrasi, yang diperkuat oleh fenomena ritual “Kopag” (kopi pagi) sebagai “tombol mulai” hari. Sebaliknya, pada malam hari, orientasi bergeser menjadi ruang sosial dan rekreasi. Aktivitas “nongkrong” dan interaksi sosial menjadi dominan, dengan elemen estetika “instagramable”, hiburan live music, serta preferensi area outdoor menjadi penentu kenyamanan utama. Analisis komparatif juga mengungkap peran diferensial faktor spesifik seperti atmosfer, fasilitas teknis, dan estetika dalam memengaruhi minat kunjung dan kenyamanan pada masing-masing waktu. Kajian ini mengisi celah literatur dengan memisahkan preferensi berdasarkan waktu serta memberikan implikasi praktis bagi pengelola kafe untuk mengoptimalkan layanan dan fasilitas secara adaptif sesuai dinamika kebutuhan pengunjung siang dan malam.