Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang berkaitan dengan rendahnya asupan gizi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan. Salah satu alternatif strategis dalam pemecahan masalah stunting yaitu melalui edukasi dan pendampingan gizi dalam pengolahan PMT tinggi protein seperti SpinChick Tofu (Spinach Chicken Tofu) yaitu naget berbahan dasar bayam, ayam dan tahu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pengolahan PMT yaitu SpinChick Tofu sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian dilaksanakan di Posyandu RW 02 Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, pada tanggal 25 Juni 2025, dengan melibatkan 17 responden. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi, demonstrasi pembuatan PMT, pengukuran pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test, serta uji daya terima produk menggunakan skala hedonik. Desain penelitian ini menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan setelah edukasi gizi, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Uji daya terima menunjukkan bahwa produk SpinChick Tofu memiliki tingkat penerimaan yang baik pada aspek warna, aroma, dan rasa, sedangkan aspek tekstur masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Secara keseluruhan, SpinChick Tofu berpotensi sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal yang dapat mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.