This Author published in this journals
All Journal Anterior Jurnal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dakwah Kultural Di Bumi Melayu: Modal Sosial Gerakan Pemuda Ansor Riau Dalam Melestarikan Tradisi Shalawatan: Cultural Da’wah in Malay Land: Social Capital of the Gerakan Pemuda Ansor Riau in Preserving the Shalawatan Tradition Rian, Adrian Firman Rokandi; Yusuf, Yusmar; Marnelly, T. Romi
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi shalawatan menjadi salah satu wujud ekspresi keagamaan dan identitas kultural warga Nahdlatul Ulama yang tetap bertahan di tengah perubahan sosial modern. Penelitian ini mengkaji peranan modal sosial dalam mempertahankan tradisi shalawatan yang digerakkan oleh Gerakan Pemuda Ansor di Provinsi Riau. Kajian ini menyoroti tiga aspek utama modal sosial, yakni kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial beserta strategi penguatannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui teknik purposive sampling terhadap lima informan kunci yang meliputi pimpinan wilayah GP Ansor, tokoh ulama penyelenggara shalawatan, pengelola pesantren, jamaah tetap, serta pimpinan cabang di Kabupaten Siak dan Pelalawan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan kerangka konseptual modal sosial yang dikembangkan oleh Putnam, Coleman, dan Fukuyama. Temuan menunjukkan bahwa unsur kepercayaan menjadi modal sosial paling kuat dalam menopang kegiatan shalawatan, tercermin dari integritas para tokoh, keterbukaan pengelolaan dana, serta konsistensi pelayanan spiritual yang bebas dari kepentingan politik praktis. Penguatan modal sosial diwujudkan melalui empat langkah utama: menjaga kepercayaan melalui kepemimpinan konsisten dan transparan, memperluas jaringan sosial dengan pendekatan inklusif, memperkuat norma melalui integrasi pendidikan keislaman, dan menerapkan sistem gotong royong berbasis partisipasi kolektif. Perkembangan tradisi shalawatan turut ditopang oleh figur kiai karismatik dan dukungan struktural NU, meskipun masih menghadapi kendala berupa resistensi sebagian masyarakat dan keterbatasan kapasitas manajerial. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara kepercayaan, jaringan, dan norma mampu menciptakan tindakan kolektif yang efektif dalam menjaga tradisi keagamaan di era modern.