Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asas-Asas Psikoterapi Islam Dalam Mendorong Kematangan Karir Individu Menggunakan Pendekatan Spiritual Dan Psikologis Febrianti, Alifia; Khasanah, Ayu Uswatun; Rahmawati, Dewi; Alifya, Fadya; Fuja, Norsafitri Meilisa; Hasanah, Raudatul; Rayhana, Wafik; Raihan, Akhmad Zaky Daffa
Syams Vol 6 No 1 (2025): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/72ket440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi asas-asas psikoterapi Islam dalam mendorong kematangan karir individu melalui pendekatan spiritual dan psikologis. Kematangan karir merupakan aspek penting dalam perkembangan individu, khususnya bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dalam konteks psikoterapi Islam, integrasi aspek spiritual dan psikologis diyakini mampu membantu individu dalam mencapai kematangan karir yang lebih optimal. Penelitian ini menggunakan metode Self-Regulated Learning (SRL) dan Prisma Diagram Flow untuk mengidentifikasi hubungan antara spiritualitas Islam dan kesejahteraan psikologis dalam proses pembentukan kematangan karir. SRL digunakan untuk memahami bagaimana individu mengelola dan mengarahkan proses belajar mereka, sementara Prisma Diagram Flow diterapkan dalam penyaringan dan analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara spiritualitas Islam dan kesejahteraan psikologis dengan kematangan karir. Individu yang memiliki tingkat spiritualitas tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres, meningkatkan resiliensi, serta mengambil keputusan karir yang lebih bijaksana. Selain itu, self-efficacy terbukti berperan penting dalam meningkatkan keyakinan individu terhadap kemampuan diri, yang merupakan faktor utama dalam mencapai kematangan karir. Metode SRL dalam konteks psikoterapi Islam efektif dalam membantu individu merencanakan, memantau, dan mengevaluasi perkembangan karir mereka sambil tetap berpegang pada nilai-nilai spiritual Islam. Dengan demikian, integrasi pendekatan spiritual dan psikologis dalam psikoterapi Islam dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun kematangan karir yang seimbang dan berkelanjutan.
KONSELING KELOMPOK SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN ADAPTASI SANTRI TERHADAP HOMESICKNESS Raihan, Akhmad Zaky Daffa; Rahmat Teras Febriyatna; Desi Erawati; Akbar, Nawali
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari (In Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5202

Abstract

Salah satu fenomena psikologis yang umum dialami oleh santri baru di pondok pesantren adalah penyakit rumah tangga, yang ditandai dengan perasaan rindu, cemas, dan sedih yang berlebihan terhadap lingkungan dan rumah mereka yang lama. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini dapat menghambat proses adaptasi, menurunkan konsentrasi belajar, dan berpotensi mengganggu kesehatan mental santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif konseling kelompok sebagai metode intervensi dalam meningkatkan kemampuan santri untuk beradaptasi dan menangani homesickness. Kajian ini menggunakan analisis literatur dari berbagai jurnal ilmiah dan buku yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konseling kelompok mengurangi perasaan terisolasi dan abnormalitas dengan memberi santri tempat aman untuk berbagi pengalaman dan perasaan yang sama. Faktor-faktor seperti mendapatkan dukungan sosial, belajar keterampilan koping, dan normalisasi perasaan homesickness terbangun secara alami melalui dinamika kelompok. Terbukti bahwa guru dapat mengubah pandangan negatif, membangun pertemanan baru, dan membuat strategi adaptif untuk lingkungan pesantren dengan menggunakan metode seperti restrukturasi kognitif, role-play, dan pelatihan keterampilan sosial dalam setting kelompok. Kajian ini menemukan bahwa konseling kelompok, yang menggunakan kekuatan kelompok sebaya sebagai alat terapeutik, merupakan metode yang efektif dan berhasil untuk meningkatkan adaptasi santri. Disarankan agar program konseling kelompok yang terstruktur dan berkelanjutan dimasukkan ke dalam layanan bimbingan dan konseling di pondok pesantren untuk mengurangi efek negatif homesickness dan mendukung prestasi akademik dan psikososial santri.