Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ruang Publik Virtual sebagai Arena Kontrol Sosial: Analisis Sentimen Netizen pada Polemik Selebgram Jule Syahiban, Fauza; Dini Pristia; Nadira Syifa; Khairina Azira Br Purba; Wahyu Arif Syahputra
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.23868

Abstract

This research analyzes the function of the virtual public sphere as an arena for social control through a case study of the controversy surrounding celebrity influencer Julia Prastini (Jule). Employing a qualitative methodology with a case study approach and thematic sentiment analysis of netizen reactions, this study explores how digital interactions enforce social norms. The main findings reveal that netizen sentiment manifests as informal social control mechanisms, such as moral judgment (gossip/reprimand) and economic sanctions (cancel culture), which effectively uphold collective norms outside the formal legal framework. The analysis indicates that the virtual public sphere in this case exhibits a dual nature: it serves as a space for public discourse while simultaneously functioning as an arena for emotional and communal judgment, thereby challenging the idealistic Habermasian concept of a rational public sphere. This study concludes that in the digital era, social control has evolved, integrating social sanctions with tangible economic consequences driven by the attention economy.
Polarisasi Sosial Era Digital: Peran Buzzer Politik dalam Merusak Hubungan Antarkelompok Syahiban, Fauza; Febrian, Awi; Qanita, Nadira Syifa; Tanjung, Ipan Stumetru; Siregar, Naila Annisa; Hafi, Bisru
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.651

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena buzzer politik sebagai aktor utama dalam merekayasa wacana publik dan dampaknya terhadap kohesi masyarakat majemuk. Masih terbatas studi yang menaruh perhatian pada mekanisme sosiologis spesifik tentang bagaimana narasi yang direkayasa oleh buzzer merusak hubungan antarkelompok di tingkat akar rumput di luar masa pemilihan umum. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menyintesis mekanisme operasional buzzer politik dan menganalisis implikasi sosiologisnya terhadap kohesi komunal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membedah strategi operasional buzzer dan menganalisis implikasinya terhadap polarisasi sosial menggunakan kerangka Teori Identitas Sosial.Melalui metodologi tinjauan pustaka sistematis terhadap sumber-sumber akademik kontemporer, studi ini menemukan bahwa strategi manipulasi algoritmik dan disinformasi berbasis sentimen primordial sengaja dieksploitasi untuk memicu permusuhan antara kelompok pro dan kontra. Temuan utama mengonfirmasi bahwa intervensi destruktif ini tidak hanya mengikis spektrum moderat dalam opini publik, tetapi juga secara fatal mengoyak ikatan rasa saling percaya lintas komunitas di dunia nyata. Kesimpulan membuktikan bahwa buzzer politik merupakan ancaman langsung terhadap integritas demokrasi dan ketahanan sosial. Kebaruan artikel ini terletak pada sintesis sosiologisnya yang memetakan transmisi konflik dari ruang gema digital (digital echo chambers) menjadi gesekan di dunia nyata. Direkomendasikan untuk mengintegrasikan kurikulum literasi digital yang terstruktur dan mereformasi tata kelola platform media sosial guna melindungi masyarakat dari segregasi budaya yang berkelanjutan