Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Kewirausahaan dalam Penguatan Pembiayaan Pendidikan Islam: Analisis Proyek Bisnis pada Pesantren Moch. Rizwan Aprilianto; Mutiara Rahmawati
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 01 (2026): Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis peran manajemen kewirausahaan dalam memperkuat kemandirian pembiayaan pendidikan Islam di lingkungan pesantren. Fokus utama penelitian diarahkan pada bagaimana proyek bisnis pesantren dikelola sebagai strategi kelembagaan, bagaimana kontribusinya terhadap stabilitas pembiayaan pendidikan, serta bagaimana profesionalisasi pengelolaan dan internalisasi nilai-nilai Islam membentuk praktik kewirausahaan pesantren secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, pengelola unit usaha, tenaga pendidik, santri, dan wali santri, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan pesantren tidak berfungsi sebagai aktivitas ekonomi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai instrumen strategis yang terintegrasi dengan visi pendidikan Islam. Proyek bisnis pesantren berkontribusi nyata dalam membangun kemandirian pembiayaan melalui pendapatan internal yang konsisten, pengelolaan dana yang akuntabel, serta pengurangan ketergantungan pada sumber dana eksternal. Selain itu, profesionalisasi pengelolaan usaha mendorong keberlanjutan proyek bisnis sekaligus berfungsi sebagai media pembelajaran kewirausahaan bagi santri. Praktik kewirausahaan juga dijalankan dengan internalisasi nilai-nilai Islam seperti amanah, kejujuran, dan tanggung jawab, sehingga aktivitas usaha memiliki dimensi edukatif dan moral yang kuat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pembiayaan pendidikan Islam yang berkelanjutan apabila kewirausahaan dikelola secara strategis, profesional, dan berbasis nilai, serta dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan kebijakan pembiayaan pendidikan Islam di lembaga sejenis
Transformasi Pembelajaran Melalui Augmented Reality (AR) Dan Virtual Reality (VR): Inovasi Kurikulum yang Responsif Terhadap Era Digital Moch Rizwan Aprilianto; Mutiara Rahmawati
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2bbh6n23

Abstract

This research focuses on the transformation of learning through the use of Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) technologies in curriculum innovation in the digital era, using a case study at SMKN 1 Probolinggo. The background of this research is based on the urgent need for education to respond to 21st-century challenges through the integration of immersive, interactive, and contextual learning technologies. This research uses a qualitative descriptive approach with a case study. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results show that AR and VR technologies not only increase student motivation and understanding of the material but also encourage experiential learning and strengthen the link between the curriculum and the needs of the industrial world. In addition to pedagogical benefits, this study also uncovers implementation challenges such as device limitations, teacher readiness, and systemic integration within the curriculum. The implications of this research indicate that the success of technology-based learning innovations is determined not only by technical aspects, but also by institutional support, human resource training, and curriculum design that adapts to technological developments. This research is expected to serve as a reference for policymakers and education practitioners in developing relevant and transformative digital learning.
Konsep Dasar Manajemen Mutu dalam Perspektif Pendidikan Islam: Integrasi Nilai Spiritual dan Profesionalisme Moch Rizwan Aprilianto; Mutiara Rahmawati
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8k9de429

Abstract

This research focuses on the basic concept of quality management from an Islamic education perspective by examining the integration of spiritual values and professionalism in managerial practices at MA Nurul Jadid, Probolinggo. The background of this research is based on the need for Islamic educational institutions to implement a quality system that prioritizes not only technical and administrative aspects but also profound Islamic values such as ikhlas (sincerity), amanah (trustworthiness), and ihsan (goodness). This research used a qualitative descriptive approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies with eight key informants. The results indicate that quality planning, implementation, and evaluation at MA Nurul Jadid are based on spiritual principles internalized in the institutional culture. These findings demonstrate that spirituality not only aligns with modern professionalism but also strengthens the moral legitimacy and effectiveness of holistic collaborative management. The implications of this research emphasize the importance of designing an Islamic education quality system that eliminates Islamic values as both a managerial and spiritual framework. These findings open new opportunities for the development of values-based quality management theory and provide strategic direction for future Islamic education quality policy.