Fazril
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ornamen Makam Tuo Ninaek Salih Putaeh Sarbuk Bayae Fazril; Hendra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.896

Abstract

Makam Tuo Ninaek Salih Putaeh Sarbuk Bayae merupakan salah satu peninggalan budaya yang memiliki nilai historis, religius, dan estetis tinggi, terletak di Desa Muara Jaya, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Bangunan makam ini memiliki keunikan arsitektural yang menyerupai rumah larik tradisional Kerinci serta dihiasi oleh berbagai ornamen yang terpahat hampir di seluruh bagian bangunan, seperti pada dinding, tiang penyangga, dan pintu. Keberadaan ornamen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya, kepercayaan, serta pandangan hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, jenis, fungsi, dan makna simbolis ornamen yang terdapat pada Makam Tuo Ninaek Salih Putaeh Sarbuk Bayae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, budayawan, dan pengurus cagar budaya, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen pada makam didominasi oleh motif flora, fauna, dan alam benda, seperti motif Au Cino Sabatang, Slampit Duo, Mantadu Lageo, Lung Kangkung, Tampuk Nio, Kluk Paku, dan Mato Ahai. Ornamen-ornamen tersebut memiliki fungsi estetis, sosial, dan simbolis yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Kerinci serta penghormatan terhadap tokoh yang dimakamkan. Dengan demikian, Makam Tuo Ninaek Salih Putaeh Sarbuk Bayae tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga sebagai representasi warisan budaya lokal yang penting untuk dilestarikan.