Penelitian ini mengkaji pemikiran etika Ibnu Miskawaih sebagai dasar konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter dalam konteks modern. Perdebatan kontemporer mengenai pembentukan karakter sering menekankan aspek kognitif dan program sekolah, namun kerap mengabaikan tradisi etika Islam klasik yang memadukan dimensi rasional, moral, dan spiritual secara utuh. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana konsep akhlak menurut Miskawaih sebagai disposisi batin yang terbentuk melalui pembiasaan, pengembangan akal, dan penyucian jiwa dapat diadaptasi menjadi model pendidikan karakter yang relevan dan terukur. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis literatur primer dan sekunder, termasuk teks klasik, artikel ilmiah, dan interpretasi modern atas pemikiran Miskawaih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teori tripartit jiwa (akal, emosi, dan nafsu), penekanan terhadap latihan moral, serta pandangan tentang guru sebagai teladan etis memberikan kerangka yang holistik untuk membentuk karakter yang seimbang antara nalar, emosi, dan perilaku etis. Hasil kajian juga menegaskan relevansi konsep akhlak Miskawaih dalam menjawab isu-isu kontemporer seperti etika digital, pengendalian diri, dan tanggung jawab sosial di era global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kajian terdahulu telah memberikan kontribusi teoretis, masih terdapat kesenjangan dalam model implementatif dan pengujian empiris. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan model konseptual yang menghubungkan teori etika klasik dengan praktik pendidikan modern dan merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitasnya.