Resti Yulastri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Literasi Digital Islami dalam Pembelajaran PAI untuk Mencegah Dampak Negatif Media Sosial pada Generasi Z Resti Yulastri; Putri Ramadhon; Defriani Defriani
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): Desember: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i6.1657

Abstract

This study examines the integration of Islamic digital literacy into Islamic Religious Education (PAI) as a preventive effort against the negative impacts of social media on Generation Z. The background of this research arises from the increasing dependence of Gen Z on digital platforms, which significantly influences their religious understanding, behavior, and character development. The study aims to identify the level of students’ digital literacy, explore how PAI teachers integrate Islamic values into digital learning activities, and analyze the implications of this integration for students’ online behavior. Using a sequential explanatory mixed-methods design, quantitative data were collected through Likert-scale questionnaires, followed by qualitative data obtained from interviews and documentation. The findings reveal that Gen Z demonstrates high social media engagement but limited critical abilities in verifying online religious information, making them vulnerable to misinformation, moral degradation, and unhealthy digital habits. However, when PAI instruction incorporates Islamic digital literacy—such as tabayyun, ethical communication, and value-based content analysis—students show improved critical thinking, ethical awareness, and responsible social media use. The study concludes that integrating Islamic digital literacy into PAI provides a strategic educational framework to strengthen students' digital ethics, enhance their resilience against harmful online content, and promote a balanced, value-driven engagement with digital media.
Konsep Akhlak Sebagai Karakter Dalam Pemikiran Ibnu Miskawaih Dan Relevansinya Bagi Pendidikan Modern Nazua Fatia Harahap; Zahra Alfina Putri; Resti Yulastri
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.475

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran etika Ibnu Miskawaih sebagai dasar konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter dalam konteks modern. Perdebatan kontemporer mengenai pembentukan karakter sering menekankan aspek kognitif dan program sekolah, namun kerap mengabaikan tradisi etika Islam klasik yang memadukan dimensi rasional, moral, dan spiritual secara utuh. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana konsep akhlak menurut Miskawaih sebagai disposisi batin yang terbentuk melalui pembiasaan, pengembangan akal, dan penyucian jiwa dapat diadaptasi menjadi model pendidikan karakter yang relevan dan terukur. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis literatur primer dan sekunder, termasuk teks klasik, artikel ilmiah, dan interpretasi modern atas pemikiran Miskawaih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teori tripartit jiwa (akal, emosi, dan nafsu), penekanan terhadap latihan moral, serta pandangan tentang guru sebagai teladan etis memberikan kerangka yang holistik untuk membentuk karakter yang seimbang antara nalar, emosi, dan perilaku etis. Hasil kajian juga menegaskan relevansi konsep akhlak Miskawaih dalam menjawab isu-isu kontemporer seperti etika digital, pengendalian diri, dan tanggung jawab sosial di era global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kajian terdahulu telah memberikan kontribusi teoretis, masih terdapat kesenjangan dalam model implementatif dan pengujian empiris. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan model konseptual yang menghubungkan teori etika klasik dengan praktik pendidikan modern dan merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitasnya.
Konsep Pendidikan Akhlak Dan Relevansinya Terhadap Generasi Z Di Era Digital Resti yulastri; Annisa; Dhea Yuspi Anggina
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i2.477

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era modern membawa dampak signifikan terhadap karakter dan perilaku generasi Z yang hidup dalam lingkungan serba cepat, instan, dan bebas nilai. Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi pendidikan akhlak Islam yang selama ini berfungsi sebagai fondasi pembentukan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak Islam serta relevansinya bagi perkembangan moral generasi Z di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer yang relevan mengenai pendidikan akhlak, generasi Z, dan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z mengalami pergeseran akhlak akibat paparan intensif terhadap media digital yang tidak terfilter, seperti media sosial, hiburan daring, dan konten viral. Pembelajaran PAI perlu beradaptasi dengan karakter generasi Z melalui kurikulum yang kontekstual, integrasi isu digital, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif. Keteladanan digital guru juga menjadi faktor penting dalam menanamkan nilai moral di ruang maya. Selain itu, konsep akhlak Islam klasik seperti gagasan Ibn Khaldun tentang adab dan pembiasaan terbukti relevan untuk membangun ketahanan moral generasi Z dalam menghadapi lingkungan digital yang kompleks. Kesimpulannya, pendidikan akhlak Islam harus dikembangkan secara inovatif dan responsif terhadap dinamika digital agar mampu membentuk generasi yang berkarakter kuat dan bermoral mulia.
Strategi Pembelajaran Kontekstual dalam Mengembangkan Sikap Toleransi Gen Z di Sekolah Islam Resti Yulastri; Putri Ramadhon; Annisa Annisa; Dwi Herliani; Siti Saroh Hasibuan
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Mei: Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v3i2.2104

Abstract

The rapid transformation of education driven by globalization and technological advancement demands adaptive learning approaches that align with the characteristics of Generation Z learners. This generation is known for its curiosity, independence in thinking, and openness to diverse perspectives, yet it is also vulnerable to misinformation and negative online influences. Within the context of Islamic education, learning is not solely oriented toward cognitive development but also emphasizes the cultivation of moral values, particularly tolerance. This study aims to explore how contextual teaching methods can contribute to fostering tolerant attitudes among Generation Z students in Islamic educational settings. The research employs a qualitative approach through library research, utilizing a descriptive-analytical framework. Data were collected from various sources, including academic journals, books, and previous studies related to contextual learning, multicultural education, and Generation Z characteristics. The data collection technique involved document analysis, followed by content analysis procedures such as data reduction, categorization, and conclusion drawing. The findings indicate that contextual learning effectively promotes tolerance by engaging students in discussion, problem-solving, reflection, and real-life experiences. The integration of multicultural values and the role of teachers as facilitators and role models further strengthen this process. However, challenges remain, including limited teacher understanding, the persistence of conventional methods, inadequate supporting facilities, and the influence of social media. Overall, contextual learning presents a relevant strategy for developing open-minded, balanced, and socially adaptive Generation Z learners.